UMSU Didorong Masuk Universitas Rangking Dunia

  • Whatsapp
Anggota Komisi X DPR RI, Prof Dr Djohar Arifin, dan Rektor UMSU Dr Agussani, MAP saat meninjau pembangunan gedung Fakultas Kedokteran

analisamedan.com- Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Dr. Djohar Arifin Husein mendorong agar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara masuk rangking perguruan tinggi terbaik dunia.

“Saya yakin UMSU mampu melangkah lebih jauh untuk bisa menduduki peringkat universitas terbaik, bukan saja di Indonesia, tapi di level dunia,” katanya usai melakukan peninjauan pembangunan gedung Kampus Fakultas Kedokteran UMSU di Jalan Gedung Arca, Medan, Selasa (16/6).

Baca Juga:

KunjunganProf. Dr. Ir Djohar Arifin Husin didampingi sejumlah Tokoh Melayu dan pendidikan di antaranya, Dr H Sakhyan Asmara, MSP, mantan Deputi Menteri Pemuda Olahraga,  Sekertaris Kopertais Wilayah IX, Dr Ansari Yamamah, MA, Prof Subhilhar, MA, PhD, Prof, Dr Khairil Ansari, Wakil Rektor II, Dr Akrim, SPdI, MPd dan Sekertaris Universitas, Gunawan, SPdI, MTH dan Direktur Pascasarjana,  Dr Syaiful Bahri, MM.

Menurut dia, perlu upaya yang sungguh-sungguh dan kerja keras serta dukungan semua pihak agar lebih banyak universitas di Indonesia yang masuk dalam peringkat  perguruan tinggi terbaik di dunia. Saat ini di Indonesia  universitas yang bisa duduk sebagai perguruan tinggi terbaik dunia, yakni UGM  peringkat 254, disusul UI dan seterusnya.

Namun bila dibanding dengan universitas di Malaysia, maka universitas terbaik di dunia dari Indonesia masih kalah jumlah dan peringkatnya juga masih berada di bawah negara tetangga tersebut. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian agar ke depan universitas di Indonesia bisa lebih berbenah untuk masuk ke dalam peringkat perguruan tinggi terbaik dunia.

“Saya melihat dan meyakini program pengembangan UMSU yang didukung dengan fasilitas, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia mampu mengejar target untuk masuk peringkat dunia,” kata alumnus Universitas Malaya, Malaysia.

Untuk itu, secara personal dia mengajak semua pihak yang concern di bidang pendidikan mendukung langkah UMSU meraih peringkat perguruan tinggi terbaik dunia. Prof. Djohar sendiri akan berupaya untuk ikut berperan agar UMSU bisa menjalin kerjasama dengan universitas di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia.

“Paling tidak kita bisa sharing pengalaman  dan belajar untuk  meraih peringkat perguruan tinggi terbaik dunia,. Kerjasama juga bisa dilakukan agar para alumni UMSU bisa mendapatkan dua gelar kesarjanaan sekaligus yakni dari UMSU dan universitas di Malaysia. Dengan double degree ini, maka peluang alumni untuk meniti karir di negara-negara anggota Commonwealth terbuka lebar” katanya.

 

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menjalankan program kerjasama internasional, khususnya dengan universitas di negara-negara anggota ASEAN, terutama Malaysia. Program kerjasama internasional yang dijalankan sejauh ini cukup baik dan positif dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan, yakni dibidang pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

UMSU juga terus melakukan upaya pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana belajar, diantaranya dengan pembangunan gedung baru kampus fakultas kedokteran dan fakultas ilmu komputer dan teknologi informasi.

Dia bersyukur, bahwa saat ini Fakultas Kedokteran UMSU telah berhasil meraih akreditasi A. Prestasi ini tentu menjadi kebanggan karena hanya dua perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia yang fakultas kedokterannya mampu meraih akreditasi A yakni UMSU dan UMY.

Sebelum seperti sekarang, perjalanan Fakultas kedokteran UMSU cukup sulit. Bahkan dalam sejarah  fakultas kedokteran, proses untuk mendapatkan izin pendiriannya saja cukup sulit. Ada empat kali proposal usulan pendirian Fakultas Kedokteran diajukan, sebelum akhirnya diterima.

“Saat ini Fakultas Kedokteran UMSU telah berkembang dan mengasuh sebanyak 780 mahasiswa. Sebanyak 480 diantaranya telah berhasil lolos ujian kompetensi mahasiswa pendidikan profesi dokter ( UKMPPD),” katanya. (rel/Muhammad arifin)

Pos terkait