Prodi PGSD FKIP UMSU Latih Guru Susun Pembelajaran Abad 21

  • Whatsapp
Dua dosen PGSD FKIP UMSU Eko Febri Syahputra Siregar, S. Pd, M.Pd dan anggota Suci Perwita Sari, S.Pd, M.Pd melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

analisamedan.com – Guna mendukung Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dua dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMSU, Eko Febri Syahputra Siregar, S.Pd, M.Pd dan anggota Suci Perwita Sari, S.Pd, M.Pd melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan kali ini berada dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) UMSU dengan nama Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Adapun yang menjadi tema kegiatan ini “Optimalisasi Pendekatan MIKiR Sebagai Solusi Pembelajaran Abad 21 Bagi Guru di SD Muhammadiyah Kota Medan”.  Acara digelar di SD Muhammadiyah 29 Sei Mencirim dan SD Muhammadiyah 38 Medan Krio, masing-masing perwakilan 6 (enam) guru dengan memperhatikan keterwakilan kelas.

Baca Juga:

Ketua pelaksana, Eko Febri  mengemukakan kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru SD mempersiapkan pembelajaran berorientasi keterampilan abad 21. Karena pada dasarnya, pembelajaran itu bagaimana sebagai guru mengembangkan potensi yang dimiliki siswa bukan potensi guru yang berkembang.

“Maka dari itu dirasa perlu melakukan kegiatan ini, mengingat Pendekatan MIKiR sangat relevan dalam mendukung pembelajaran abad 21 yaitu 4C (Critical thinking, Comunication, Colaboration dan Creativity) sedangkan MIKiR merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi,” ujar Eko Febri yang juga merupakan Ketua Prodi PGSD UMSU dan Fasilitator Pembelajaran Aktif Program PINTAR Tanoto Foundation.

SAMBUT BAIK

Kepala SD Muhammadiyah 29 Sei Mencirim, Drs. Sriadi mengatakan pihaknya menyambut baik dan berharap kegiatan yang sama dapat berulang pada pertemuan-pertemuan berikutnya, mengingat semakin berkembanganya inovasi dalam pendidikan sehingga para guru di lingkungan Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan cepat dan tidak mengalami ketertinggalan.

Hal senada, diutarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasamen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sunggal diwakili sekretaris Lukmanul Hakim, S.Kom.

Dia menyampaikan guru-guru harus terus mengembangkan potensinya agar mampu memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Ditambahkan Eko Febri, sesungguhnya hal yang menjadi poin penting dalam kegiatan ini para guru diharapkan mampu merancang pembelajaran aktif yang tertuang dalam skenario pembelajaran.

“Skenario pembelajaran yang dimaksud dapat dijadikan rujukan dalam mendukung Surat Edaran Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mengingat di penghujung tahun 2019, Mendikbud RI mengeluarkan surat tersebut dengan salah satu tujuannya adalah agar RPP yang disusun oleh guru bersifat efisien, efektif dan berorientasi pada murid. Surat edaran ini juga yang dikenal di kalangan guru dengan sebutan RPP satu lembar dengan tiga poin penting yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan evaluasi pembelajaran,” katanya.

Kegiatan ini ditutup Kepala SD Muhammadiyah 38 Medan Krio, Supratno, S.Pd. Dia berharap silaturrahmi antara UMSU dan SD di Lingkungan Muhammadiyah terus terjalin dan tidak sebatas kegiatan pengabdian semata, karena perhatian yang diberikan UMSU melalui FKIP dirasa perlu sebagai pendorong kemajuan di sekolah masing-masing, mengingat juga UMSU juga merupakan satu-satunya PTS terakreditasi A di lingkungan Sumatera Utara maupun Pulau Sumatera.

Kegiatan melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMSU, yaitu Nasrah Wirani dan juga Tia Husnul Zurriyati. (Muhammad Arifin)

Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU, Eko Febri Syahputra Siregar, S. Pd, M.Pd saat memberi materi pada PKM.

 

Pos terkait