<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        



        <title>Analisa Medan</title>
        
        <link>https://www.analisamedan.com/</link>
        <description>Analisa Medan - Berita terkini dari kota medan, sumatera utara dan sekitarnya, termasuk aceh.</description>
        <lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 06:23:54 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Peringati Hari Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan Refleksikan Perjalanan dan Semangat Transformasi</guid>
            <pubDate>Fri, 02 Oct 2026 06:07:26 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Peringati Hari Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan Refleksikan Perjalanan dan Semangat Transformasi]]></title>
            <description><![CDATA[Peringati Hari Pelindo ke5, Pelindo Regional 1 Belawan Refleksikan Perjalanan dan Semangat Transformasi]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan memperingati Hari Pelindo ke-5 bersama jajaran manajemen dan pekerja di lingkungan Pelabuhan Belawan, Kamis (1/10/2026).</p><p>Peringatan lima tahun Pelindo pasca merger diisi dengan sambutan Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, yang sekaligus mengajak para pekerja melihat kembali perjalanan dan perkembangan Pelabuhan Belawan dari masa ke masa.</p><p>Dalam kilas balik tersebut, Yusrizal menyampaikan bahwa Pelabuhan Belawan memiliki perjalanan panjang yang terus berkembang hingga menjadi bagian penting dalam aktivitas kepelabuhanan dan logistik saat ini.</p><p>Momentum Hari Pelindo, menurutnya, menjadi kesempatan untuk menghargai perjalanan tersebut sekaligus melihat peran insan Pelindo dalam melanjutkan transformasi perusahaan.</p><p>&quot;Pelabuhan Belawan memiliki perjalanan panjang yang dibangun dari generasi ke generasi. Hari Pelindo menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali perjalanan tersebut sekaligus terus bergerak dan memberikan yang terbaik melalui peran kita masing-masing,&quot; ujar Yusrizal.</p><p>Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Yusrizal bersama jajaran manajemen dan pekerja, menambah suasana kebersamaan dalam perayaan lima tahun perjalanan Pelindo.</p><p>Melalui peringatan Hari  Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan menjadikan perjalanan masa lalu sebagai refleksi untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan memberikan pelayanan kepelabuhanan yang semakin baik. (SC06)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/10/_5722_Peringati-Hari-Pelindo-ke-5--Pelindo-Regional-1-Belawan-Refleksikan-Perjalanan-dan-Semangat-Transformasi.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-medan/peringati-hari-pelindo-ke5-pelindo-regional-1-belawan-refleksikan-perjalanan-dan-semangat-transformasi/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Massa Buruh FSPMI Geruduk Kantor DPRD Sumut, Tuntut Disahkannya UU Pelindungan Buruh tanpa Omnibus Law</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 23:43:02 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Massa Buruh FSPMI Geruduk Kantor DPRD Sumut, Tuntut Disahkannya UU Pelindungan Buruh tanpa Omnibus Law]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Seratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis 1 Oktober 2026.Dalam orasinya]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Seratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis 1 Oktober 2026.<br><br>Dalam orasinya Ketua DPW FSPMI <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> Willy Agus Utomo menyampaikan tuntutan utama yakni Agar Pemerintah dan DPR RI di jakarta segera mengesahkan Undang - Undang Perlindungan Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, Willy menegaskan bahwa hari ini merupakan batas akhir bagi pemerintah dan DPR untuk mengesahkan UU Ketenagakerjaan yang baru sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi.<br><br>"Kami minta agar DPRD <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> membuat surat dukungan kepada buruh, agar pemerintah dan DPR di pusat segerag mengesahkan UU Pelindungan Buruh, kami minta sekarang juga surat itu dikirim," tegas Willy dengan pengeras suara didepan ratusan massa FSPMI didepan gerbang kantor DPRD Sumut.<br><br>Willy juga menyampaikan, bahawa selama ini banyak hal hak buruh yang dikebiri sejak adanya UU Cipta Kerja, maka dari itu sudah sepantasnya dengan adanya putusan MK pemerintah dan DPR jangan lagi mengulur - ulur waktu dengan alasan apapun.<br><br>"Sudah cukup menderita kaum buruh dengan UU Cipta kerja, saatnya kalian wakil rakyat semuanya, berempatilah pada kaum buruh Indonesia yang sudah jauh dari harapan kesejahteraan," pekik Willy.<br><br>Selain itu, massa buruh juga menyampaikan beragam tuntutan daerah, yakni agar Disnaker <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> menyelesaikan kasus - kasus perburuhan yang terjadi di PT Panjin Wira Surya Mandiri, kasus buruh perkebunan PT Asian Agri Grup , PT Supra Matra Abadi Labuhanbatu dan PT Sawit Serdang Makmur di Serdang Bedagai, selain itu para buruh juga meminta agar Gubernur Sumatera Utara segera menggelar aundensi dan Memediasi Persoalan ijazah 28 dokter muda mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU Medan dengan pihak yayasan, dimana ijazah para mahasiswa tersebut tidak kunjung dikeluarkan tanpa alasan hukum.<br><br>Willy juga mengancam akan menggelar aksi besar- besaran jika tuntutan buruh tidak doisahuti pemerintah dan DPR.<br><br>"Jika tuntutan kami hari ini tidak dipenuhi, maka kami akan menggelar aksi besar besaran dan mogok nasional buruh seluruh Indonesia, siap kawan - kawan!" terimakasih Willy yang disahuti kata siap oleh seluruh massa aksi.<br><br>Satu jam berorasi massa buruh diterima humas DPRD <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> Sofyan , dalam kesempatan itu Sofyan menyampaikan anggota DPRD <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> semua reses tidak ada ditempat, begitupun aspirasi FSPMI yang meminta surat tertulis dari ketua DPRD <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> untuk mendukung tuntutan buruh tentang segera mengesahkan UU Pelindungan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Buruh/" target="_blank">Buruh</a> ke Presiden Prabowo dan DPR RI sudah dikonsep dan akan dikirimkan setelah ditandatangani ketua DPRD <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Sumut/" target="_blank">Sumut</a> selambatnya hari Senin 5 Oktober 2026 mendatang. <br><br>Usai diterima massa aksi FSPMI kembali melanjutkan aksinya ke kantor Gubsu di jalan Diponegoro Medan, aksi buruh ini merupakan aksi serentak daerah Nasional yang dilakukan oleh FSPMI Seluruh Indonesia, selain Sumatera Utara aksi juga digerlar di beberapa provinsi seluruh Indonesia dengan tuntutan yang sama yakni Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/10/_8412_Massa-Buruh-FSPMI-Geruduk-Kantor-DPRD-Sumut--Tuntut-Disahkannya-UU-Pelindungan-Buruh-tanpa-Omnibus-Law.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/massa-buruh-fspmi-geruduk-kantor-dprd-sumut-tuntut-disahkannya-uu-pelindungan-buruh-tanpa-omnibus-law/</link>
            <author><![CDATA[hadi]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Medan Tumbuh Positif, Askrindo Perkuat Dukungan untuk UMKM</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 21:51:29 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Medan Tumbuh Positif, Askrindo Perkuat Dukungan untuk UMKM]]></title>
            <description><![CDATA[Medan Tumbuh Positif, Askrindo Perkuat Dukungan untuk UMKM]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Sumatera, termasuk melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p><p>Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai solusi asuransi umum dan suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis serta aktivitas dunia usaha.</p><p>Di sisi lain, Askrindo juga menjalankan peran melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi salah satu instrumen dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.</p><p>Regional Head Askrindo Medan, Ardian Brahmana atau Dewo, mengatakan pertumbuhan kinerja Askrindo di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, Kota Medan menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan kinerja tertinggi di Sumatera.</p><p>Hal itu disampaikan Ardian Brahmana didampingi Branch Manager Joni Andrianto Nababan dalam jumpa pers di Medan, Kamis (1/10/2026) sore.</p><p>&quot;Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis. Di sisi lain, kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,&quot; ujar Ardian yang akrab disapa Dewo.</p><p>Menurutnya, capaian positif tersebut menjadi dorongan bagi Askrindo untuk terus meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat dan dunia usaha di Sumatera.</p><p>Dewo menegaskan,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> merupakan bagian penting dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan memperkuat pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya perlindungan usaha.</p><p>Melalui program KUR, Askrindo hadir dalam ekosistem pembiayaan<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> dengan memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan.</p><p>&quot;Bagi kami,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR,&quot; bebernya.</p><p>Ia menambahkan, penguatan edukasi kepada mitra<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> menjadi bagian penting agar pelaku usaha semakin memahami ekosistem pembiayaan dan perlindungan usaha. Dengan pemahaman tersebut,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> diharapkan dapat memanfaatkan dukungan pembiayaan secara lebih optimal untuk mengembangkan usahanya.</p><p>Dewo mengatakan Askrindo akan terus berkiprah dan memberikan nilai bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia. Peran tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, hingga sektor<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR.</p><p><br><br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/10/_2194_Medan-Tumbuh-Positif--Askrindo-Perkuat-Dukungan-untuk-UMKM.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/medan-tumbuh-positif-askrindo-perkuat-dukungan-untuk-umkm/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Askrindo Dorong Pelaku UMKM MonaHitaUlos Perluas Pasar hingga Italia</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 21:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Askrindo Dorong Pelaku UMKM MonaHitaUlos Perluas Pasar hingga Italia]]></title>
            <description><![CDATA[Askrindo Dorong Pelaku UMKM MonaHitaUlos Perluas Pasar hingga Italia]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Berawal dari kecintaan mengenakan kebaya, Mona Manurung kemudian jatuh hati pada kain tradisional hingga akhirnya mengembangkan usaha ulos dan songket melalui MonaHitaUlos.</p><p>Usaha yang beralamat di Jalan Harmonika Baru Nomor 1A, Medan, tersebut kini tidak hanya menyasar pasar Sumatera Utara, tetapi mulai menjangkau sejumlah daerah di Indonesia hingga pembeli dari mancanegara.</p><p>Mona menuturkan, ketertarikannya terhadap songket bermula sekitar empat hingga lima tahun lalu. Saat itu, seorang teman memperkenalkannya dengan berbagai koleksi songket.</p><p>"Teman saya bilang, kamu kan suka songket. Dari situ saya mulai mengenal dan melihat-lihat songket. Lama-lama saya jatuh cinta dengan songket," ujar Mona kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).</p><p>Setelah semakin mengenal kain tradisional tersebut, Mona kemudian memutuskan untuk lebih serius mengembangkan usaha. Pada 27 November 2025, ia mulai menjalankan usaha tersebut dengan memasarkan ulos dan songket kepada masyarakat.</p><p>Dari perjalanan usahanya, Mona melihat minat terhadap kain tradisional masih cukup besar. Produk yang ditawarkannya dibanderol mulai sekitar Rp3,5 juta hingga Rp15 juta per lembar, tergantung bahan, motif dan tingkat kerumitan pembuatannya.</p><p>Salah satu hal yang menjadi perhatian Mona dalam pengembangan produknya adalah penggunaan pewarna alam. Ia juga terus mempelajari karakter kain, motif serta proses pengerjaan dengan berkoordinasi langsung bersama para penenun.</p><p>Untuk menjaga kualitas produk, Mona menggandeng para penenun dari sejumlah daerah, di antaranya Toba dan Tarutung. Saat ini, terdapat satu penenun binaan di Toba dan dua penenun binaan di Tarutung.</p><p>Pengerjaan kain menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk satu kain, proses pembuatannya dapat mencapai sekitar tiga bulan, tergantung motif dan tingkat kerumitan yang dikerjakan.</p><p>Dalam pemasaran, Mona memanfaatkan media sosial dan mengikuti berbagai pameran, termasuk Inacraft. Dari berbagai kegiatan promosi tersebut, produknya mulai dikenal lebih luas dan menarik minat pembeli dari berbagai daerah.</p><p>"Setiap kali kita promosi, ada saja yang tertarik. Ada yang langsung membeli, ada juga yang bertanya-tanya dulu mengenai kain dan proses pembuatannya," ungkapnya.</p><p>Pasar<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-MonaHitaUlos/" target="_blank"> MonaHitaUlos</a> kini tidak hanya berada di Sumatera Utara. Pesanan juga datang dari sejumlah daerah seperti Pekanbaru. Bahkan, produk yang dikembangkannya telah menarik perhatian pembeli dari luar negeri, salah satunya Italia.</p><p>Menurut Mona, ada pula pembeli yang sebelumnya tidak mengenalnya, namun tertarik setelah melihat koleksi ulos dan songket yang ditawarkan.<br>Dalam pengembangan motif, Mona mengangkat kekayaan budaya lokal.</p><p>Motif tumbuhan menjadi salah satu motif yang cukup diminati, selain motif yang terinspirasi dari budaya Batak, Karo dan Simalungun.</p><p>Ia mengaku masih terus belajar untuk memperdalam pengetahuan mengenai songket dan ulos. Baginya, pengembangan usaha kain tradisional tidak hanya soal menjual produk, tetapi juga menjaga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.</p><p>Di tengah proses mengembangkan usahanya,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-MonaHitaUlos/" target="_blank"> MonaHitaUlos</a> mendapat dukungan dari PT Askrindo. Branch Manager Askrindo Medan, Joni Andrianto Nababan, bersama jajaran humas dan lainnya turut mengunjungi usaha Mona sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM.</p><p>Mona berharap dukungan tersebut dapat membantu pengembangan MonaHitaUlos, memperluas pemasaran serta membuat kain tradisional Sumatera Utara semakin dikenal masyarakat luas.<br>"Kain ini indah. Siapa yang memakai pasti cantik," katanya.<br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/10/_9474_Askrindo-Dorong-Pelaku-UMKM-MonaHitaUlos-Perluas-Pasar-hingga-Italia.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/askrindo-dorong-pelaku-umkm-monahitaulos-perluas-pasar-hingga-italia/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UMKM Coffee Roastery Tumbuh dari Riset Kopi Ramah Lambung, Kini Tembus Pasar Nasional</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 20:22:55 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UMKM Coffee Roastery Tumbuh dari Riset Kopi Ramah Lambung, Kini Tembus Pasar Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[UMKM Coffee Roastery Tumbuh dari Riset Kopi Ramah Lambung, Kini Tembus Pasar Nasional]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Berawal dari kecintaan terhadap kopi, pasangan suami istri di Medan membangun usaha<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Coffee-Roastery/" target="_blank"> Coffee Roastery</a> yang kini terus berkembang dan menjangkau konsumen di berbagai daerah hingga mancanegara.</p><p>Usaha yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso, Komplek Brayan One Stop Square No. 8 AS, Medan, itu lahir dari pengalaman pribadi sang suami David yang menyukai kopi, namun memiliki persoalan pada lambung ketika mengonsumsinya.</p><p>Kondisi tersebut justru menjadi awal perjalanan panjang untuk melakukan riset mengenai kopi yang lebih aman dan nyaman dikonsumsi. Selama sekitar dua tahun, mereka mempelajari proses mulai dari pemilihan buah kopi, pemetikan, penyortiran hingga proses roasting.</p><p>Dari proses tersebut, mereka kemudian mengembangkan produk kopi dengan perhatian khusus terhadap kualitas bahan baku dan proses pengolahan.<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Kopi/" target="_blank"> Kopi</a> yang awalnya dibuat untuk konsumsi sendiri itu akhirnya mulai diperkenalkan kepada masyarakat setelah melalui berbagai tahapan pengujian dan pengembangan produk.</p><p>Istri pemilik usaha, She She, menuturkan, usaha tersebut pada awalnya memang tidak diarahkan untuk dijual. Namun, setelah mendapatkan hasil yang dinilai sesuai dengan harapan, mereka mulai melihat adanya peluang bisnis sekaligus keinginan untuk menghadirkan kopi berkualitas kepada masyarakat.</p><p>&quot;Awalnya karena suami suka kopi, tetapi tidak bisa minum kopi. Jadi kami melakukan riset dan belajar sekitar dua tahun. Dari situ muncul misi bagaimana orang tetap bisa menikmati kopi dengan lebih nyaman,&quot; ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).</p><p>Dalam proses produksinya,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Coffee-Roastery/" target="_blank"> Coffee Roastery</a> menggunakan biji kopi Arabika dan Robusta. Kualitas bahan baku menjadi salah satu perhatian utama, termasuk proses pemetikan buah kopi yang matang serta penyortiran sebelum masuk ke tahap roasting.</p><p>Menurut She She, tantangan dalam mengembangkan usaha kopi tidak hanya berkaitan dengan mesin produksi, tetapi juga mendapatkan bahan baku berkualitas serta membangun kerja sama dengan petani yang memahami standar pengolahan kopi.</p><p>&quot;Petani banyak yang belum teredukasi dengan baik. Jadi kami juga harus mencari dan membina hubungan dengan petani yang bisa menjaga kualitas,&quot; katanya.</p><p>Seiring berkembangnya usaha,<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Coffee-Roastery/" target="_blank"> Coffee Roastery</a> tidak hanya melayani konsumen lokal. Produk kopi tersebut telah menjangkau pelanggan di berbagai daerah di Indonesia dan mendapat permintaan dari sejumlah konsumen luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia dan Jerman. Pemasaran dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial dan kanal daring.</p><p>Konsumen juga diberikan informasi mengenai proses produksi sehingga dapat mengetahui asal dan kualitas kopi yang mereka beli.</p><p>Perkembangan usaha tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan. Dalam periode 2024–2025, pelaku usaha mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan, seiring meningkatnya animo masyarakat terhadap produk kopi dan coffee shop.</p><p>Kapasitas produksi juga terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, produksi disebut telah mencapai sekitar dua ton untuk memenuhi permintaan pasar.</p><p>Dalam mengembangkan usaha, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting.<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Coffee-Roastery/" target="_blank"> Coffee Roastery</a> memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha, termasuk peningkatan peralatan produksi.</p><p>Dukungan pembiayaan tersebut dinilai membantu pelaku<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> menghadapi tantangan investasi mesin, terutama karena proses roasting dan penyortiran membutuhkan peralatan yang memadai untuk menjaga konsistensi kualitas produk.</p><p>Branch Manager Askrindo Medan, Joni Andrianto Nababan, turut memberikan perhatian terhadap perkembangan<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> yang mendapatkan dukungan pembiayaan tersebut. Pendampingan dan dukungan terhadap pelaku usaha dinilai penting agar<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-UMKM/" target="_blank"> UMKM</a> dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.</p><p>Bagi She She dan suaminya, perjalanan<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Coffee-Roastery/" target="_blank"> Coffee Roastery</a> masih panjang. Mereka berharap usaha yang dibangun dari persoalan sederhana di rumah itu dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang kerja sama dengan petani dan pelaku usaha lainnya di Sumatera Utara.</p><p>&quot;Kami ingin kopi Sumatera Utara bisa semakin dikenal. Bukan hanya menjual produk, tetapi juga menjaga kualitas dari petani sampai menjadi kopi yang dinikmati konsumen,&quot; pungkasnya.<br><br></p><p><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/10/_7409_UMKM-Coffee-Roastery-Tumbuh-dari-Riset-Kopi-Ramah-Lambung--Kini-Tembus-Pasar-Nasional.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/umkm-coffee-roastery-tumbuh-dari-riset-kopi-ramah-lambung-kini-tembus-pasar-nasional/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polisi Sergap Terduga Pengedar Sabu Jalan STM, 6 Paket Disita</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 23:45:04 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polisi Sergap Terduga Pengedar Sabu Jalan STM, 6 Paket Disita]]></title>
            <description><![CDATA[Polisi Sergap Terduga Pengedar Sabu Jalan STM, 6 Paket Disita]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengamankan seorang pria berinisial F (30), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Medan Johor.</p><p>F diamankan petugas di Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, pada Rabu (23/9/2026) sore. Dalam penindakan tersebut, polisi menyita enam paket sabu yang diduga siap diedarkan.</p><p>Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP, Rabu (30/9/2026) malam mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan Medan Johor.</p><p>Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit 3<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Satresnarkoba/" target="_blank"> Satresnarkoba</a> Polrestabes Medan, Iptu Dr Berry Anggara SH MH bersama tim melakukan penyelidikan di lokasi yang diinformasikan.</p><p>&quot;Setelah kami mendapat informasi dari masyarakat, tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan F. Pelaku diamankan di Jalan STM Medan Johor saat diduga hendak melakukan transaksi narkotika,&quot; ujar Rafli.</p><p>Dari hasil penindakan, petugas menyita enam paket sabu, 12 plastik klip yang diduga digunakan untuk membungkus narkotika, serta sejumlah uang yang disebut berkaitan dengan aktivitas penjualan narkoba.</p><p>Menurut Rafli, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, F mengaku baru sekitar satu bulan menjalankan aktivitas tersebut.</p><p>Kepada penyidik, F juga mengaku memperoleh narkotika dari seorang pria berinisial K. Polisi kini masih melakukan pencarian terhadap K yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.</p><p>&quot;Kami masih melakukan pengejaran terhadap K. Upaya ini dilakukan untuk mengungkap lebih jauh asal narkotika yang diperoleh pelaku,&quot; kata Rafli.</p><p>Saat ini, F bersama barang bukti telah diamankan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.</p><p>Polisi juga masih mengembangkan penyidikan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika tersebut. <br><br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_5439_Polisi-Sergap-Terduga-Pengedar-Sabu-Jalan-STM--6-Paket-Disita.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/polisi-sergap-terduga-pengedar-sabu-jalan-stm-6-paket-disita/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Percepatan Pembangunan Huntap di Padangsidimpuan Untuk Korban Banjir, Satgas PRR Gelar Monev</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 20:15:27 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Percepatan Pembangunan Huntap di Padangsidimpuan Untuk Korban Banjir, Satgas PRR Gelar Monev]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) melakukan monitoring dan evaluasi progres penanganan pascabencana di Kota Padangsidimpuan, Rabu (30/09/2026). Ke]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) melakukan monitoring dan evaluasi progres penanganan pascabencana di Kota Padangsidimpuan, Rabu (30/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemulihan berjalan sesuai tahapan sekaligus memperkuat koordinasi percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak.<br>      <br>Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Padangsidimpuan itu dihadiri Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, Kepala Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, S.I.P., Kepala Data Satgas PRR Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, Sekda, Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah terkait.<br>      <br>Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes menyampaikan, Pemerintah Kota Padangsidimpuan terus berkomitmen dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya penyiapan lahan untuk pembangunan Huntap.<br>     <br>&quot;Penanganan pascabencana membutuhkan proses, koordinasi dan kolaborasi yang sinergis agar proses di tingkat daerah bisa berjalan dengan baik,&quot; ujar Wali Kota.<br><br>Wali Kota menjelaskan, penyiapan lahan Huntap telah berjalan setelah dilakukan land clearing. Selain dukungan pembangunan 241 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi, terdapat pula dukungan pembangunan 100 unit dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, pembangunan Huntap melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) direncanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak lainnya.<br>    <br>Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, S.I.P menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memperbarui data sekaligus melihat progres pemulihan pascabencana secara langsung.<br><br>Ia mengapresiasi progres yang telah dilakukan Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Forkopimda dan perangkat daerah. Menurutnya, keselarasan data antara pemerintah daerah, Satgas, dan kementerian/lembaga menjadi penting untuk memastikan program pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.<br><br>&quot;Apabila sudah dinyatakan kategori hijau, itu berarti progres yang sangat signifikan dari pemerintah daerah. Tetapi pemerintah pusat tetap memantau dan tidak meninggalkan daerah,&quot; katanya.<br><br>Dalam pemaparan Satgas, Kota Padangsidimpuan tercatat berada dalam kategori hijau untuk penggunaan Transfer ke Daerah (TKD). Satgas juga menyampaikan sejumlah pekerjaan yang mendapat dukungan kementerian/lembaga perlu terus dimonitor oleh perangkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.<br><br>Kepala Data Satgas PRR Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma menekankan kesiapan pembangunan Huntap. Ia menyampaikan, pembangunan 1.133 unit Huntap melalui Kementerian PKP direncanakan pada 2027 sehingga berbagai persyaratan administrasi dan readiness criteria perlu disiapkan sejak sekarang.<br><br>&quot;Persyaratan dokumen harus sudah lengkap. Jangan sampai pembangunan tertunda hanya karena kelengkapan administrasi,&quot; jelasnya.<br>       <br>Sementara itu, Kalak BPBD Kota Padangsidimpuan Dedi Iriansyah melaporkan, dari 13 indikator pemulihan pascabencana, 11 indikator telah berada dalam kondisi hijau. Adapun indikator yang masih memerlukan perhatian antara lain sektor perikanan/tambak dan Huntap.<br><br>Untuk Huntap, BPBD melaporkan telah dilakukan pendataan, verifikasi dan validasi terhadap 1.133 kepala keluarga. Lahan seluas sekitar 27 hektare juga telah melalui proses penyiapan, termasuk land clearing sekitar 3 hektare dan pembukaan akses jalan.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_537_Percepatan-Pembangunan-Huntap-di-Padangsidimpuan-Untuk-Korban-Banjir--Satgas-PRR-Gelar-Monev.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/percepatan-pembangunan-huntap-di-padangsidimpuan-untuk-korban-banjir-satgas-prr-gelar-monev/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Progres Pengelolaan TKD Berada di Zona Hijau, Satgas PRR Apresiasi Kinerja Pemko Padangsidimpuan</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 19:44:59 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Progres Pengelolaan TKD Berada di Zona Hijau, Satgas PRR Apresiasi Kinerja Pemko Padangsidimpuan]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Progres pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) dalam rangka penanganan pascabencana di Kota Padangsidimpuan berada pada zona hijau. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas Percepatan R]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Progres pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) dalam rangka penanganan pascabencana di Kota Padangsidimpuan berada pada zona hijau. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR), Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, S.I.P.<br><br>Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pascabencana yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Padangsidimpuan. Dalam kegiatan tersebut, paparan perkembangan pelaksanaan dan indikator pemulihan pascabencana disampaikan oleh Kepala Data Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma.<br><br>Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Kapolres Padangsidimpuan, serta perwakilan Forkopimda Kota Padangsidimpuan.<br><br>Dalam evaluasi tersebut, perkembangan pengelolaan TKD menjadi salah satu bagian penting yang menunjukkan progres pelaksanaan program pemulihan pascabencana di Kota Padangsidimpuan. Posisi zona hijau mencerminkan bahwa proses pengelolaan dan pelaksanaan program berada pada progres yang baik berdasarkan indikator monitoring yang digunakan Satgas PRR.<br><br>Usai pelaksanaan rapat monev, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring lapangan yang melibatkan Satgas PRR bersama Wali Kota Padangsidimpuan, Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, serta unsur Forkopimda.<br><br>Tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari indikator pemulihan pascabencana, di antaranya lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, masjid yang telah direlokasi dan dibangun kembali, serta lokasi kolam ikan di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru.<br><br>Monitoring lapangan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa progres pemulihan tidak hanya terlihat dari sisi administrasi dan pelaporan, tetapi juga tercermin pada pelaksanaan nyata di lapangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.<br><br>Pemerintah Kota Padangsidimpuan terus melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat melalui Satgas PRR dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai tahapan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.<br><br>Zona hijau bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi indikator bahwa proses pemulihan pascabencana terus bergerak. Pemerintah Kota Padangsidimpuan berkomitmen menjaga progres tersebut hingga seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_4778_Progres-Pengelolaan-TKD-Berada-di-Zona-Hijau--Satgas-PRR-Apresiasi-Kinerja-Pemko-Padangsidimpuan.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/progres-pengelolaan-tkd-berada-di-zona-hijau-satgas-prr-apresiasi-kinerja-pemko-padangsidimpuan/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPRI Sajikan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa Baru di PKKMB 2026</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 10:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPRI Sajikan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa Baru di PKKMB 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Bukan sekadar seremoni, PKKMB UNPRI dikemas menjadi sebuah penga]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Universitas Prima Indonesia <a href="https://unprimdn.ac.id/" target="_blank">(UNPRI)</a> kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Mahasiswa-Baru/" target="_blank">Mahasiswa Baru</a> (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. </p><p>Bukan sekadar seremoni, PKKMB <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> dikemas menjadi sebuah pengalaman kampus yang meriah, inspiratif, dan penuh energi  bagi mahasiswa baru. Puncak rangkaian PKKMB berlangsung pada 26 September 2026, setelah sebelumnya seluruh fakultas di lingkungan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sejak awal September.</p><p>Atmosfer kegiatan terasa semarak di berbagai titik kampus, mulai dari Hall Utama, Mini Hall, hingga Lobby Universitas Prima Indonesia. Dengan mengusung semangat kampus internasional dan multietnis, PKKMB <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih jauh kehidupan akademik, peluang karier, pengembangan diri, hingga ruang kreativitas yang dapat dinikmati mahasiswa selama menempuh pendidikan di UNPRI.</p><p>Rangkaian acara puncak diawali dengan Pedang Pora yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian UNPRI. Prosesi ini memberikan nuansa istimewa sekaligus menjadi simbol penyambutan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Prima Indonesia. </p><p>Semangat tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.</p><p> Rektor dalam sambutannya menyampaikan selamat datang di UNPRI, sebagai tempat belajar, bertumbuh, berkarya, dan menembus batas.                         Rektor mengajak untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan ekosistem kampus <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> untuk mengukir prestasi terbaik. </p><p>        Hadir juga pada acara tersebut Wakil Rektor  (WR) I Dr.Abdi Dharma S.Kom, M.Kom, WR II Prof Dr.Ermi Girsang MKes, M.Biomed, AIFO, WR III Dr Refi Ihtiari S.Si, MSc, PhD. WR IV Dr dr Ali Napiah Nasution MKT, MKM, Sp.K.K.L.P(K), Subsp.COPC dan para dekan serta jajarannya.<br></p><p>PKKMB <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> 2026/2027 tidak hanya menghadirkan hiburan. Mahasiswa baru juga mendapatkan berbagai informasi strategis yang berkaitan dengan perjalanan pendidikan dan masa depan karier.</p><p> Salah satunya melalui pengenalan Migrant Center, yang hadir untuk memberikan fasilitasi dan membuka akses pengembangan karier mahasiswa secara lebih luas, termasuk peluang profesional di luar negeri. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Altissia, platform pembelajaran bahasa yang menyediakan akses pembelajaran hingga 26 bahasa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan komunikasi internasional mahasiswa UNPRI.</p><p>Tidak kalah penting, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> juga memperkenalkan Komite Etik sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menghargai seluruh mahasiswa, termasuk dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Pesan yang dibangun sangat jelas. kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membangun kompetensi, karakter, jejaring, dan masa depan.</p><p>Suasana semakin meriah ketika dua band kebanggaan Kota Medan, The Fame dan Sandwich, tampil di hadapan ribuan mahasiswa baru. Penampilan keduanya sukses mengubah atmosfer PKKMB menjadi semakin hidup. Musik, sorak mahasiswa, dan energi positif memenuhi venue hingga acara berlangsung dengan suasana yang sangat dinamis.</p><p> Sebelum acara memasuki bagian akhir, mahasiswa juga disuguhkan penampilan para Grand Finalis Mr. &amp; Mrs <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> 2026. Para finalis tersebut dipersiapkan untuk kembali tampil dalam <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> FIESTA 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.</p><p>Puncak hiburan kemudian ditutup dengan penampilan DJ Kirabei, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNPRI. Kehadiran talenta-talenta mahasiswa tersebut sekaligus membawa pesan penting: prestasi akademik dan kreativitas tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat tumbuh bersama untuk melahirkan mahasiswa yang berprestasi, percaya diri, kreatif, dan siap bersaing.</p><p>PKKMB Juga Jadi Ruang Kolaborasi Bersama Mitra. Semarak PKKMB semakin lengkap dengan hadirnya bazar eksklusif dari berbagai mitra yang mendukung kegiatan.</p><p> Sejumlah mitra dari Prima Group maupun mitra profesional lainnya turut membuka booth di area kampus, antara lain Pegadaian, Grab, Coca-Cola, JNE, Bank Mandiri, BRI, Wardah, Make Over, RS Royal Marelan, RS Prima Medan, RS Gigi dan Mulut Prima, RS Prima Vision, Prima Fitness Club, serta Apartemen De Prima.<br> <br>Kehadiran para mitra tidak hanya menambah kemeriahan acara, tetapi juga memperluas pengalaman mahasiswa baru untuk mengenal berbagai layanan, industri, dan peluang yang berada di sekitar kehidupan profesional mereka.</p><p>Lebih dari sekadar menyambut mahasiswa baru, PKKMB 2026/2027 menjadi representasi bagaimana <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> ingin membangun pengalaman pendidikan yang akademis, inklusif, internasional, dan dinamis. Dengan mahasiswa yang berasal dari beragam latar belakang, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> terus menegaskan identitasnya sebagai kampus multietnis dan internasional, tempat berbagai budaya, perspektif, talenta, dan cita-cita dapat bertemu dalam satu ruang pendidikan.<br></p><p>Dari ruang kuliah menuju panggung seni. Dari pembelajaran bahasa menuju peluang karier internasional. Dari organisasi mahasiswa menuju pengembangan talenta. Semua menjadi bagian dari perjalanan di UNPRI.</p><p>PKKMB 2026/2027 pun menjadi awal dari perjalanan baru bagi mahasiswa baru,  yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNPRI.                       Sementara itu, ditempat terpisah Ketua BPH <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> Prof.Dr.Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Selasa (29/9) menyatakan pihaknya menyambut gembira kehadiran mahasiswa baru 2026 di kampus <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UNPRI/" target="_blank">UNPRI</a> Medan.</p><p>Prof Tommy juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para orang tua yang telah mempercayakan  putra/putrinya untuk menempuh pendidikan di UNPRI.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_2871_UNPRI-Sajikan-Pengalaman-Tak-Terlupakan-bagi-Mahasiswa-Baru-di-PKKMB-2026.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/pendidikan/unpri-sajikan-pengalaman-tak-terlupakan-bagi-mahasiswa-baru-di-pkkmb-2026/</link>
            <author><![CDATA[taufik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Residivis Kembali Diciduk, 7 Paket Sabu Disita di Sakti Lubis</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 18:03:03 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Residivis Kembali Diciduk, 7 Paket Sabu Disita di Sakti Lubis]]></title>
            <description><![CDATA[Residivis Kembali Diciduk, 7 Paket Sabu Disita di Sakti Lubis]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan mengamankan seorang pria berinisial JS (30), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Sakti Lubis, Kecamatan Medan Kota.</p><p>Dalam penindakan tersebut, petugas menyita tujuh paket narkotika jenis sabu yang diduga siap edar, dua unit telepon seluler serta sejumlah uang yang disebut polisi berkaitan dengan aktivitas jual beli narkotika.</p><p>Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP, Selasa (29/9/2026), mengatakan JS diamankan pada Rabu (23/9/2026) sore setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.</p><p>Menindaklanjuti informasi itu, Tim 10 Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Kanit III Iptu Dr Berry Anggara SH MH kemudian melakukan penyelidikan di lokasi.</p><p>&quot;Pelaku kami tangkap di sebuah gang di sekitar tempat tinggalnya saat diduga hendak melakukan transaksi narkoba. Saat kami tangkap, kami menyita tujuh paket narkotika jenis sabu, dua handphone, dan sejumlah uang hasil penjualan narkoba,&quot; ujar Rafli.</p><p>Menurut Rafli, JS disebut pernah menjalani hukuman dalam perkara narkotika pada 2022. Setelah menyelesaikan masa hukumannya, polisi menduga JS kembali terlibat dalam aktivitas serupa.</p><p>Dari pemeriksaan awal, lanjut Rafli, JS mengaku menjual narkotika untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p><p>Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengembangkan penyidikan terhadap seorang pria berinisial N yang disebut sebagai pihak yang memasok narkotika kepada JS.<br>&quot;N saat ini masih dalam pengejaran petugas,&quot; kata Rafli.</p><p>Polisi menyatakan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap keberadaan N serta menelusuri jaringan pemasok narkotika yang berkaitan dengan perkara tersebut.</p><p>Rafli menegaskan pihaknya akan terus memburu N meski yang bersangkutan disebut berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan.<br>JS beserta barang bukti kemudian diamankan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_2213_Residivis-Kembali-Diciduk--7-Paket-Sabu-Disita-di-Sakti-Lubis.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/residivis-kembali-diciduk-7-paket-sabu-disita-di-sakti-lubis/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sidang Gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri Kembali Ditunda</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:46:12 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sidang Gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri Kembali Ditunda]]></title>
            <description><![CDATA[Sidang Gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri Kembali Ditunda]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menunda persidangan perkara gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan PT Toba Surimi Industries Tbk (PT TSI) terhadap PT<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Bank-Mandiri/" target="_blank"> Bank Mandiri</a> (Persero) Tbk dan sejumlah pihak lainnya.</p><p>Perkara tersebut terdaftar dengan Nomor 879/Pdt.G/2026/PN Mdn. Persidangan yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) masih beragendakan pemeriksaan kelengkapan para pihak, termasuk surat kuasa dan dokumen pendukung kedudukan hukum para Tergugat.</p><p>Dalam persidangan itu, menurut keterangan yang disampaikan pihak PT TSI, kelengkapan dokumen dari sejumlah pihak yang ditarik sebagai Tergugat belum seluruhnya terpenuhi. Pihak PT TSI juga menyebut jajaran Direksi dan Komisaris<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Bank-Mandiri/" target="_blank"> Bank Mandiri</a> belum hadir dalam persidangan sebelumnya.</p><p>Sebelumnya, dalam persidangan pada 14 September 2026, kuasa hukum<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Bank-Mandiri/" target="_blank"> Bank Mandiri</a> disebut telah menyampaikan bahwa kelengkapan dokumen surat kuasa para pihak Tergugat akan dipenuhi pada persidangan berikutnya. Namun, pada persidangan 28 September 2026, masih terdapat dokumen yang dinilai belum lengkap.</p><p>Dokumen yang masih menjadi bagian dari pemeriksaan administrasi perkara antara lain dokumen pendukung terkait kedudukan hukum<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Bank-Mandiri/" target="_blank"> Bank Mandiri</a> serta pendaftaran surat kuasa melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Medan.</p><p>Kuasa hukum PT TSI, Dr. David M.L. Tobing, S.H., M.Kn., menyayangkan kembali ditundanya persidangan karena persoalan kelengkapan administrasi beracara tersebut.</p><p>&quot;Kami menghormati proses persidangan yang berjalan di Pengadilan Negeri Medan. Namun kami menyayangkan bahwa setelah beberapa kali persidangan dengan agenda yang sama, pihak Tergugat yaitu jajaran Direksi dan Komisaris<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Bank-Mandiri/" target="_blank"> Bank Mandiri</a> tidak pernah hadir atau memberikan kuasa ke kuasa hukumnya,&quot; ujar David.</p><p>David juga meminta agar proses pemenuhan kelengkapan administrasi para pihak dapat segera diselesaikan sehingga pemeriksaan pokok perkara dapat berjalan.</p><p>PT TSI dalam perkara tersebut mendalilkan adanya persoalan terkait penarikan dana fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving senilai sekitar Rp124,4 miliar. Dana tersebut, menurut dalil penggugat, berkaitan dengan 54 lembar cek yang tanda tangannya disebut telah dinyatakan tidak identik berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik.</p><p>Perkara perdata tersebut juga dikaitkan PT TSI dengan Putusan PN Medan Nomor 580/Pid.B/2026/PN Mdn tanggal 25 Juni 2026 yang disebut telah berkekuatan hukum tetap terkait perkara tindak pidana pemalsuan surat.</p><p>Melalui gugatan perdata itu, PT TSI meminta pertanggungjawaban hukum atas pencatatan kewajiban kredit yang menurut pihak perusahaan berasal dari transaksi yang tidak pernah diperintahkan, disetujui, maupun dinikmati oleh perusahaan.</p><p>Majelis Hakim kemudian menetapkan persidangan berikutnya pada Senin, 19 Oktober 2026. Agenda persidangan selanjutnya dijadwalkan untuk pemeriksaan kelengkapan pihak Tergugat 9 serta Tergugat 12 hingga Tergugat 30.</p><p>PT TSI tetap menghormati seluruh tahapan proses persidangan dan akan terus menyampaikan fakta serta bukti hukum sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_367_Sidang-Gugatan-PT-TSI-terhadap-Bank-Mandiri-Kembali-Ditunda.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-medan/sidang-gugatan-pt-tsi-terhadap-bank-mandiri-kembali-ditunda/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Serap Aspirasi Abang Becak Padangsidimpuan, Abdul Rahim Siregar: Kita perjuangkan!</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 22:02:41 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Serap Aspirasi Abang Becak Padangsidimpuan, Abdul Rahim Siregar: Kita perjuangkan!]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Abdul Rahim Siregar, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyerap aspirasi dari ratusan pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan, Minggu (27/9/2026).Dalam pertemuan yang digelar di kampus UMTS J]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Abdul Rahim Siregar, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyerap aspirasi dari ratusan pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan, Minggu (27/9/2026).<br><br>Dalam pertemuan yang digelar di kampus UMTS Jalan Sutan Moh Arif Kota Padangsidimpuan, ratusan pengemudi becak motor berhadir di acara tersebut.<br><br>Di kesempatan itu, para pengemudi becak motor mengeluhkan ketatnya persaingan transportasi online hingga minimnya perhatian pemerintah terhadap masa depan becak motor.<br><br>Salah seorang pengemudi becak motor, Nasution mengaku, kehadiran transportasi online di Kota Padangsidimpuan semakin mempersempit ruang gerak bagi para pengemudi becak motor.<br><br>"Tolong kami Pak Abdul Rahim Siregar, bagaimana dengan nasib kami para pengemudi becak motor. Bagaimana nasib keluarga kami, trasportasi online sudah tidak segan-segan menjemput sewa di depan kami," ucapnya.<br><br>Pemerintah Kota Padangsidimpuan kata dia, mestinya memperhatikan nasib ratusan pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan.<br><br>"Kami yang hadir hari ini menunggu sikap pemerintah Kota Padangsidimpuan. Tolong beri solusi, dan perbaiki nasib kami," ungkap Nasution disambut sorakan dari ratusan pengemudi becak.<br><br>Lain lagi dengan Panca Gultom, pengemudi becak asal Kelurahan Kayu Ombun mengatakan, telah menekuni profesi becak motor selama puluhan tahun.<br><br>Sejak tahun 1975, keluarga dan 7 anaknya tumbuh dan dibesarkan dari perjuangannya selama berprofesi sebagai pengemudi becak motor. <br><br>"Sudah hampir 50 tahun menekuni ini. Mulai dari becak gobel, honda dan vespa. Tujuh anak saya tumbuh dari hasil becak motor dan sekolah hingga Sarjana. Namun, empat bulan lalu saya jual vespa saya, karena sudah tidak sebanding lagi kerusakan ke pengeluaran serta pemasukan di era sekarang," ucapnya.<br><br>Abdul Rahim Siregar, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara menyambut baik keluhan para pengemudi becak motor dan siap memperjuangan aspirasinya.<br><br>"Dan semua aspirasi yang disampaikan para abang-abang kami parbetor, akan kami perjuangkan. Masa depan becak motor akan segera di koordinasikan dengan Pemerintah Kota Padangsidimpuan," ucap Abdul Rahim Siregar.<br><br>Atas kesepakatan bersama, Anggota DPRD Provinsi Sumut dua periode itu juga mengukuhkan 7 orang perwakilan sebagai pengurus Parsadaan Abang Becak Kota Padangsidimpuan sebagai wadah bagi para pengemudi becak motor.<br><br>"Perkumpulan para pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan harus segera kita bentuk, untuk mendapat legalitas, kepengurusan hingga koordinasi. Jadi, Parsadaan Abang Becak Kota Padangsidimpuan ini akan kita legalkan," ucapnya.<br><br>Dia menegaskan akan berjuang bersama para pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan.<br><br>"Kami dari Partai Keadilan Sejahtera siap memperjuangkan dan mencari solusi bagi masa depan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/parbecak/" target="_blank">parbecak</a> di Kota Padangsidimpuan," tandasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_3241_Serap-Aspirasi-Abang-Becak-Padangsidimpuan--Abdul-Rahim-Siregar--Kita-perjuangkan-.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/serap-aspirasi-abang-becak-padangsidimpuan-abdul-rahim-siregar-kita-perjuangkan/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wisuda 2.038 Mahasiswa, Rektor UINSU: Jangan Hanya Jadi "Job Seeker", Jadilah Pencipta Perubahan</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 06:31:48 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wisuda 2.038 Mahasiswa, Rektor UINSU: Jangan Hanya Jadi "Job Seeker", Jadilah Pencipta Perubahan]]></title>
            <description><![CDATA[Wisuda 2.038 Mahasiswa, Rektor UINSU Jangan Hanya Jadi &quotJob Seeker&quot, Jadilah Pencipta Perubahan]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wisuda/" target="_blank">wisuda</a> akbar. Sebanyak 2.038 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada prosesi <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wisuda/" target="_blank">wisuda</a> yang digelar di Medan, di AULA mahasiswa Jalan IAIN/Sutomo Medan Sabtu (27/9).</p><p>Ribuan lulusan tersebut berasal dari 9 fakultas, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 506 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 376 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 284 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 269 orang, Fakultas Ilmu Sosial 165 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 165 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 164 orang, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam 100 orang, dan Program Pasca<a href="https://www.analisamedan.com/tag/sarjana/" target="_blank">sarjana</a> 55 orang.</p><p>Dalam pidato wisudanya, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Rektor-UINSU/" target="_blank">Rektor UINSU</a> Medan Prof Dr Nurhayati menegaskan, bahwa <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wisuda/" target="_blank">wisuda</a> bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ia mengusung tema &quot;Alumni Berdampak, Berkolaborasi dan Berkontribusi untuk Kemandirian Bangsa.&quot;</p><p>"Jangan hanya bertanya: Di mana saya akan bekerja? Tetapi mulailah bertanya: Persoalan apa yang dapat saya selesaikan dengan ilmu yang saya miliki?" tegas Rektor di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua.</p><p>Menurutnya, bangsa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tapi membutuhkan manusia berilmu yang punya kepedulian, integritas, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Di tengah tantangan transformasi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan kompetisi global, alumni <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UINSU/" target="_blank">UINSU</a> dituntut tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan harus menjadi problem solver, inovator, dan job creator. <hr /></p><p>Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi. Tidak ada bangsa besar yang dibangun oleh individu yang berjalan sendirian.</p><p>"Kolaborasi bukan berarti kehilangan identitas. Kolaborasi adalah kemampuan menghadirkan kekuatan yang lebih besar melalui perbedaan yang dipertemukan dalam tujuan bersama," ujarnya.</p><p>Di akhir pidatonya, Rektor berpesan bahwa gelar akademik bukanlah mahkota, melainkan amanah.</p><p>"Gelar bukan mahkota. Gelar adalah amanah. Jangan biarkan gelar hanya tertulis di belakang nama. Biarkan gelar itu hadir dalam perilaku, dalam keputusan, dan dalam karya," pesannya.</p><p>Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua wisudawan yang telah berjuang, berdoa, dan berkorban hingga anak-anaknya meraih gelar sarjana.</p><p>Prosesi <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wisuda/" target="_blank">wisuda</a> ditutup dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah:</p><p>Ke Medan kota membeli bika,<br>Bika dibawa bersama keluarga.<br>Hari ini wisuda, bahagia luar biasa,<br>Besok berkarya… dan jangan lupa <a href="https://www.analisamedan.com/tag/UINSU/" target="_blank">UINSU</a> tercinta.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_7260_Wisuda-2-038-Mahasiswa--Rektor-UINSU--Jangan-Hanya-Jadi--quot-Job-Seeker-quot---Jadilah-Pencipta-Perubahan.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/pendidikan/wisuda-2038-mahasiswa-rektor-uinsu-jangan-hanya-jadi-quotjob-seekerquot-jadilah-pencipta-perubahan/</link>
            <author><![CDATA[sugiatmo]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ngeri dan Sadis, Hanya Gara-Gara Bersihkan Lahan, Polda Sumut Tetapkan Pemilik Lahan di Desa Selakkar, Kab Tanah Karo Menjadi Tersangka.</guid>
            <pubDate>Sat, 26 Sep 2026 19:58:12 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ngeri dan Sadis, Hanya Gara-Gara Bersihkan Lahan, Polda Sumut Tetapkan Pemilik Lahan di Desa Selakkar, Kab Tanah Karo Menjadi Tersangka.]]></title>
            <description><![CDATA[laporan dari SG dan BG atas dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh Jeniati br Sembiring dan Asil Bangun yang terjadi di Desa Selakkar, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo dengan dengan  Nomor SP/Lidik/421/III/RES.1.2/2026/Ditreskrimum 04 Maret 2]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Sebanyak, dua orang pemilik lahan yang sah di Desa Selakkar, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo BG dan SG ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatra Utara pada 17 September lalu karena membersihkan lahan yang ditanami oleh terduga mafia tanah atau terduga oknum penyerobotan lahan yang ingin menguasai lahan milik BG dan SG di Desa Selakkar. <br><br>Selain menetapkan BG dan SG sebagai tersangka, Polda Sumatra Utara juga menetapkan RG seorang warga yang tinggal di Desa Selakkar bersama dengan seorang pengacara atau kuasa hukum berinsial PG sebagai tersangka, padahal PG secara nyata seharusnya mendapatkan hak imunitas dalam  menjalankan tugasnya mendampingi pemilik lahan di lokasi kejadian sebagai Advokat. <br><br><br><br>"Kami sangat menyesalkan penetapan tersangka terhadap empat orang oleh kepolisian Polda Sumut, padahal jelas lahan itu milik klien yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap melalui Berita Acara Eksekusi, setelah sebelumnya objek lahan itu diklaim oleh seseorang," kata Franjul M Sianturi, S.H yang akrab dipanggil Frans ini bersama Abiden Simamora, S.H kuasa hukum dari Kantor Hukum F R A dan Partners pada Sabtu, 26 September 2026. <br><br>Kepemilikan lahan BG dan SG seluas 8000 m2 ini di Desa Selakar didasari oleh, surat Jual Beli Tanah bermaterai Tahun 1990 yang diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Desa Selakkar, Cikep Ginting pada 1 Maret 1991 antara Tebel br Ginting sebagai pihak penjual dan Tagih Ginting sebagai pihak pembeli.<br><br>Kemudian, adanya Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah yang dikeluarkan pada 12 Januari 2002 oleh Kepala Desa Selakkar, Cikep Ginting yang isinya penguasaan fisik bidang tanah atas tanah milik BG dan SG. <br><br>"Perkara perdata atas objek ini sudah panjang dan sudah melelahkan, namun yang pasti, kami menyampaikan, Berdasarkan Berita Acara Eksekusi No 03/Pen.Eks/2015/34/Pdt.G/2007/Pn.Kbj, tanggal 17 Februari 2016 setelah sebelumnya Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe tanggal 30 Maret 2015 Nomor 03/Pen.Eks/2015/34/Pdt.G/2007/PN Kbj atas lahan atau tanah milik di Desa Selakkar sah milik klien kami tersebut," tambah Frans.<br><br>Tidak itu saja, bahwa adanya Surat Keterangan Nomor : 083/SLK/VI/2025 tertanggal 23 Mei 2025 yang baru juga dikeluarkan oleh Kepala Desa Selakkar Apriandi Kaban ST atas status tanah dan telah terbit akta Pernyataan Kepemilikan atas nama Sediana Ginting No.27 (dua puluh tujuh) pada Tanggal 11 Juli 2025 dihadadapan Notaris Carolla Sembiring, S.H, MKn.<br>	<br>Lalu, semakin menguatkan kepemilikan, juga telah terbit Gambar Sporadik yang dikeluarkan oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN Kantor Kabupaten Karo dengan No.Di.107.A No.B.02 dengan pengamatan koordinat melalui GPS Gedetik South atas tanah milik BG dan SG. <br><br>Saat ini informasi yang dihimpun, keempat tersangka dilaporkan di Polda Sumatra Utara dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/875/VI/2025/SPKT/POLDA SUMATRA UTARA tertanggal 07 Juni 2025, pelapor Jeniati Br Sembiring. Keempatnya dituduh melakukan dugaan tindak pidana pengerusakan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 Jo Pasal 406 yang terjadi di Desa Selakkar, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo tanggal 03 Juni 2025. <br><br>Meski, sudah dilakukan mediasi dan kedua pihak bertemu didalam mediasi, pihak pelapor mengakui bahwasanya tanah itu benar adalah milik SG dab BG, akan tetapi diduga penyidik yang memeriksa dan menangani laporan tersebut terlalu memaksakan perkara itu hingga tahap penetapan tersangka dan tidak memilih Restorative Justice. <br><br>"Yang pasti kami berharap,  Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan bersama Dirreskrimum Polda Sumut Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut harus turun tangan atas perkara ini dan penanganan perkara ini harus berjalan profesioanal berdasarkan Jenis Alat Bukti Sah (Pasal 235 UU 20/2025): Sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP baru, alat bukti meliputi: keterangan saksi. keterangan ahli. surat. petunjuk. barang bukti (termasuk bukti elektronik)," tegas Frans.<br><br>Ia juga menegaskan, laporan dari SG dan BG atas dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh Jeniati br Sembiring dan Asil Bangun yang terjadi di Desa Selakkar, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo dengan dengan  Nomor SP/Lidik/421/III/RES.1.2/2026/Ditreskrimum 04 Maret 2026 harus segera dinaikkan hingga ke tahap sidik dan tahap tersangka. (#) <br><br><br><br><br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_2825_Ngeri-dan-Sadis--Hanya-Gara-Gara-Bersihkan-Lahan--Polda-Sumut-Tetapkan-Pemilik-Lahan-di-Desa-Selakkar--Kab-Tanah-Karo-Menjadi-Tersangka-.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/nasional/ngeri-dan-sadis-hanya-garagara-bersihkan-lahan-polda-sumut-tetapkan-pemilik-lahan-di-desa-selakkar-kab-tanah-karo-menjadi-tersangka/</link>
            <author><![CDATA[frans]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pegadaian Resmikan The Gade Preneur Space Aceh, Dorong UMKM Naik Kelas</guid>
            <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 17:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pegadaian Resmikan The Gade Preneur Space Aceh, Dorong UMKM Naik Kelas]]></title>
            <description><![CDATA[Pegadaian Resmikan The Gade Preneur Space Aceh, Dorong UMKM Naik Kelas]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - PT Pegadaian (Persero) resmi membuka The Gade Preneur Space Aceh sebagai ruang inovasi, kolaborasi, pelatihan, dan inkubasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh.</p><p>Peresmian The Gade Preneur Space Aceh berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 di Jalan Sudirman No. 51, Desa Geuceu Iniem, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.</p><p>Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan program GadePreneur, yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, memperluas akses pasar, meningkatkan literasi keuangan, serta membangun ekosistem usaha yang saling terhubung.</p><p>Tiga Fungsi Utama The Gade Preneur Space</p><p>Berdasarkan paparan Pegadaian, The Gade Preneur Space memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung pengembangan UMKM.</p><p>Pertama, sebagai ruang pamer produk atau commercialization hub yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sekaligus membantu memasarkan produk-produk lokal. Ruang ini menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan eksposur produk UMKM kepada masyarakat dan calon konsumen.</p><p>Kedua, sebagai pusat pelatihan dan mentoring atau capability center. Fasilitas tersebut menjadi wadah inkubasi terstruktur yang mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari rebranding produk, pengelolaan usaha, pembukuan, hingga penyusunan strategi untuk memperluas pasar.</p><p>Ketiga, sebagai ruang kolaborasi atau event space yang mempertemukan Pegadaian dengan pengusaha lokal, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan bisnis, membuka peluang kemitraan, serta mendorong pertukaran gagasan.</p><p>Kehadiran The Gade Preneur Space Aceh juga memiliki nilai strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan inklusi finansial. Pembinaan UMKM diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui pengembangan produk-produk unggulan Aceh sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan dan pengetahuan keuangan.</p><p>Selain itu, sinergi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis lokal yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.</p><p>The Gade Preneur Space Aceh Jadi yang Keenam</p><p>The Gade Preneur Space Aceh merupakan The Gade Preneur Space ke-6 yang dihadirkan Pegadaian. Kehadirannya menambah ruang pembinaan bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi dan kewirausahaan.</p><p>Peresmian tersebut turut melibatkan unsur pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta mitra dalam ekosistem pemberdayaan UMKM.</p><p>Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga yang tercantum dalam agenda kegiatan antara lain Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Jalaluddin, ST., MT.; Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hertha Bastiawan; Asisten Direktur Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh Firman Octo Armando; Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd.; serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh T. Adi Darma, ST.</p><p>Dari unsur perguruan tinggi turut hadir Direktur UMKM Center Universitas Syiah Kuala Dr. Iskandarsyah Madjid, S.E., M.M., serta perangkat Desa Gampong Geuceu Iniem, Kota Banda Aceh.</p><p>Eka Pebriansyah: Perkuat Kolaborasi untuk UMKM</p><p>Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya keberadaan ruang pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.</p><p>The Gade Preneur Space tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk memamerkan produk, tetapi juga sebagai ruang untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha.</p><p>Eka juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pegadaian, pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha. Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM, baik dari sisi peningkatan kapasitas maupun akses terhadap pasar dan pembiayaan.</p><p>Muhammad Candra Utama<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Dorong/" target="_blank"> Dorong</a> Pengembangan Usaha Mikro Berkelanjutan</p><p>Sementara itu, SEVP Micro Business Empowerment PT BRI (Persero) Tbk., Muhammad Candra Utama, turut menyampaikan pentingnya sinergi dalam mendorong pengembangan usaha mikro.</p><p>Menurut pokok penyampaiannya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan bisnis, literasi keuangan, pemasaran, serta akses terhadap jaringan dan ekosistem usaha.</p><p>Kolaborasi antar-lembaga dinilai dapat memperluas ruang pendampingan bagi pelaku UMKM sehingga mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dan memperluas jaringan usaha.</p><p>Sinergi Pegadaian, BRI dan PNM</p><p>Penguatan ekosistem UMKM melalui The Gade Preneur Space Aceh juga melibatkan unsur BRI dan PNM.</p><p>Dari BRI, tercantum SEVP Micro Business Empowerment PT BRI (Persero) Tbk. Muhammad Candra Utama, Ultra Mikro Group Head PT BRI (Persero) Tbk. Roma Jaka Permata Simanjuntak, Regional Micro Business Head PT BRI (Persero) Tbk. Medan Himawan Dwi Laksono, serta Kepala Kantor Fungsional PT BRI (Persero) Tbk. Aceh Ali Akbar.</p><p>Sementara dari PNM, hadir Executive Vice President Pemberdayaan dan Hubungan Kelembagaan PT PNM (Persero) Razaq Manan Ahmad dan Pemimpin Cabang PT PNM (Persero) Banda Aceh Agung Utomo.</p><p>Dari Pegadaian, tercantum Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero) Eka Pebriansyah, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah I Medan Yohanis Wulang, serta Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Banda Aceh Sahputra Adriansyah, bersama jajaran manajemen PT Pegadaian (Persero).</p><p>Jadi Ruang Bertemu bagi Pelaku UMKM Aceh</p><p>Dengan hadirnya The Gade Preneur Space Aceh, Pegadaian membuka ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai unsur pendukung usaha.</p><p>Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembinaan, memperkenalkan produk, membangun jejaring, mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas, serta membuka peluang kolaborasi.</p><p>Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, The Gade Preneur Space Aceh diharapkan tidak hanya menjadi ruang fisik bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi titik temu bagi inovasi, pembinaan, pemasaran, dan pengembangan jejaring usaha.</p><p>Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam memperkuat ekosistem UMKM di Aceh melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.<br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_2426_Pegadaian-Resmikan-The-Gade-Preneur-Space-Aceh--Dorong-UMKM-Naik-Kelas.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/pegadaian-resmikan-the-gade-preneur-space-aceh-dorong-umkm-naik-kelas/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polisi Sergap Dugaan Pengedar Ganja di Yos Sudarso, 11 Paket Disita</guid>
            <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 13:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polisi Sergap Dugaan Pengedar Ganja di Yos Sudarso, 11 Paket Disita]]></title>
            <description><![CDATA[Polisi Sergap Dugaan Pengedar Ganja di Yos Sudarso, 11 Paket Disita]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Peredaran narkotika jenis ganja di kawasan Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, kembali diungkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Seorang pria berinisial ZD (39) diamankan petugas dalam pengungkapan tersebut.</p><p>Penindakan terhadap ZD bermula dari informasi masyarakat yang diterima polisi terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti personel Tim 6 Subnit I Unit II<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Satresnarkoba/" target="_blank"> Satresnarkoba</a> Polrestabes Medan.</p><p>Setelah melakukan penyelidikan, petugas bergerak ke lokasi yang dicurigai. ZD kemudian diamankan pada Selasa (22/9/2026) siang. Dari penindakan itu, polisi menyita 11 paket ganja serta sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.</p><p>Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengatakan ZD berdasarkan pemeriksaan awal diduga telah mengedarkan ganja selama sekitar satu bulan di sekitar tempat tinggalnya.</p><p>"Dari tangan pelaku kami menyita 11 paket ganja dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan narkoba," kata Rafli, Jumat (25/9/2026).</p><p>Rafli menyebut, kepada penyidik ZD mengaku melakukan aktivitas tersebut dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, polisi masih mendalami keterangan tersebut, termasuk asal barang yang diduga diperoleh dari pihak lain.</p><p>Penyidik kini memburu pihak yang diduga menjadi pemasok ganja kepada ZD. Berdasarkan pemeriksaan sementara, transaksi antara ZD dan pemasok disebut dilakukan tanpa pertemuan secara langsung.</p><p>"Pelaku dan pemasok ini tidak pernah bertemu. Jadi setiap transaksi, narkoba diletakkan di suatu tempat dan kemudian diambil," ujar Rafli.</p><p>Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok serta kemungkinan jaringan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Sementara ZD harus menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.</p><p>Polrestabes Medan menegaskan penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika akan terus dilakukan di wilayah hukumnya. "Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi pengedar maupun bandar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Kami pastikan akan kami tindak," pungkas Rafli.<br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_5400_Polisi-Sergap-Dugaan-Pengedar-Ganja-di-Yos-Sudarso--11-Paket-Disita.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/polisi-sergap-dugaan-pengedar-ganja-di-yos-sudarso-11-paket-disita/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Warga Tapsel Ikuti Simulasi Penanganan Karhutla</guid>
            <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 11:21:04 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Warga Tapsel Ikuti Simulasi Penanganan Karhutla]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Ratusan masyarakat dari perwakilan 22 Desa di Kabupaten Tapanuli Selatan antusias mengikuti pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR) di Sopo Daganak Batangtoru, Tapanuli Se]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Ratusan masyarakat dari perwakilan 22 Desa di Kabupaten Tapanuli Selatan antusias mengikuti pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR) di Sopo Daganak Batangtoru, Tapanuli Selatan, Kamis (24/9/2026).<br><br>Kegiatan refreshment Early Warning System (EWS) dan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat tersebut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan dan Manggala Agni Daops Sumatra III/Labuhanbatu.<br><br>Kegiatan yang diikuti 220 peserta dari 3 Kecamatan di Tapanuli Selatan ini dilaksanakan pada 23-24 September 2026. <br><br>Di hari pertama, kegiatan tersebut berfokus pada penguatan Early Warning System (EWS) banjir melalui refreshment konsep dasar kebencanaan, evaluasi sistem EWS sebelum banjir November 2025, pengenalan indikator peringatan dini, alur informasi, komunikasi risiko, serta simulasi EWS dan evakuasi.<br><br>Kemudian di hari kedua, kegiatan berfokus pada kesiapsiagaan berbasis masyarakat dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pemetaan risiko dan jalur evakuasi, penyusunan rencana kontinjensi desa, pembagian peran saat bencana, praktik aktivasi EWS, sosialisasi kebijakan penanganan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/karhutla/" target="_blank">karhutla</a> serta simulasi lapangan dan evaluasi.<br><br>Ketika diwawancara, Yogi Ramadan warga Desa PK Batangtoru mengatakan, pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun penguatan Early Warning System banjir tersebut sangat bermanfaat dan mendapat wawasan.<br><br>"Kami merasa pelatihan dan pengenalan mitigasi bencana ini sangat bermanfaat. Dengan mengikuti acara ini, saya mulai tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi suatu bencana. Selain mendengarkan para narasumber, kami juga diajarkan praktek langsung untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan," ucap Yogi.<br><br>Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatra III/Labuhanbatu Asima Rohana Simbolon S.Hut, M.I.L mengaku, peserta dari perwakilan desa di Tapanuli Selatan sangat aktif selama mengikuti pelatihan. Selama forum berlangsung, kata dia, masyarakat harus mengetahui peraturan dan kebijakan terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan.<br><br>"Partisipasi peserta cukup aktif selama di forum maupun saat praktek, kita juga menekankan kepada peserta untuk fokus dalam mengikuti pelatihan ini. Jadi, kita menyampaikan peraturan, kebijakan dan sebab akibat jika melakukan pembakaran lahan," jelasnya.<br><br>Selain itu, perusahaan Tambang Emas Batangtoru juga ditekankan untuk melindungi areal konsesinya. <br><br>"Tentunya perusahan harus menjaga areal konsesinya. Bukan saja kepada masyarakat, perusahaan juga punya kewajiban untuk membentuk MPA atau Masyarakat Peduli Api. Ini ada peraturannya, dan MPA adalah tindaklanjut dari pelatihan hari ini," ucap Asima Simbolon.<br><br>Sementara itu, Christine Pepah, Senior Manager Community PTAR mengatakan, kegiatan pelatihan bertujuan untuk membekali masyarakat dalam memitigasi bencana. <br><br>"Kita bermitra dengan ahlinya untuk membekali masyarakat, apalagi ini mendekati musim hujan dan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/karhutla/" target="_blank">karhutla</a> juga. Jadi, melalui kegiatan ini masyarakat lebih siap menghadapi kebencanaan," jelasnya.<br><br>Harapannya, kata dia, melalui pelatihan tersebut para peserta dapat mengatasi dan lebih siap dalam menghadapi bencana.<br><br>"Jadi, melalui kegiatan ini masyarakat lebih siap dalam menghadapi bencana. Setidaknya masyarakat tahu titik evakuasi jika terjadi bencana, dan mengetahui sistim peringatan dini di desa yang cocoknya seperti apa. Dan mengenali tanda-tanda alam dan persiapan bencana juga lebih paham," ucapnya.<br><br>Diakhir kegiatan, masyarakat mengikuti simulai kebakaran lahan di sekitar areal Sopo Daganak Batangtoru. Peserta juga turun langsung memadamkan api di lahan yang sudah dipandu langsung oleh tim Manggala Agni dan BPBD Tapanuli Selatan.<br><br>Dua unit mobil pemadam kebakaran juga disiapkan untuk membantu proses pemadaman karhutla.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_7049_Warga-Tapsel-Ikuti-Simulasi-Penanganan-Karhutla.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/warga-tapsel-ikuti-simulasi-penanganan-karhutla/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tim Monev MUI Pusat Apresiasi Kinerja MUI Sumut</guid>
            <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 10:16:50 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tim Monev MUI Pusat Apresiasi Kinerja MUI Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Tim Monev MUI Pusat Apresiasi Kinerja MUI Sumut ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) MUI Pusat memberikan apresiasi atas capaian kinerja yang dilaksanakan jajaran MUI Sumatera Utara meski tidak mendapatkan dukungan anggaran pembinaan dari pemerintah.<br>"<a href="https://www.analisamedan.com/tag/MUI-Sumut/" target="_blank">MUI Sumut</a> memang luar biasa karena kegiatan tetap terlaksana meski tidak didukung dana pemerintah," kata Ketua Bidang Seni Budaya MUI Pusat, Buya Drs. H. Pasni Rusli di Aula MUi Sumut, Rabu (23/9/2026).</p><p>Dia menyampaikan itu usai menggelar <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Monev/" target="_blank">Monev</a> juga berharap jajaran <a href="https://www.analisamedan.com/tag/MUI-Sumut/" target="_blank">MUI Sumut</a> dapat terus memperkuat kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga seluruh program kerja yang merupakan tugas pokok dan fungsi MUI dapat terlaksana dengan baik juga maksimal.</p><p>"Dukungan pengurus yang kuat ditambah Wantim yang terus menerus memberikan atensi serta stakeholder lainnya yang aktif memberikan dukungan menjadi tenaga besar agar program kerja dapat terlaksana maksimal," kata Pasni.<br>Kemudian Pasni juga meminta kepada <a href="https://www.analisamedan.com/tag/MUI-Sumut/" target="_blank">MUI Sumut</a> untuk memperkuat pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi sebagai bagian integral penguatan dakwah kepada umat.</p><p>Sementara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, memaparkan kinerja dilaksanakan meski tanpa biaya, tapi dapat berjalan dengan sukses. Pembiayaan sepenuhnya oleh para dermawan (aqniya).</p><p>Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat yang hadir terdiri dari Prof. Dr. H. Faisal Nasar Bin Madi, MA., selaku Ketua Bidang Pendidikan MUI Pusat; , selaku Ketua MUI Bidang Seni Budaya; serta Miftah Huda, S.Pd.I., M.E.Sy., sebagai Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat.</p><p>Kegiatan tersebut dihadiri jajaran MUI Pusat, pimpinan bidang dan komisi MUI Sumatera Utara, serta sejumlah unsur pimpinan lembaga dan organisasi di Sumatera Utara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian penguatan kerja sama kelembagaan, termasuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). <hr /></p><p>Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan MUI Pusat. Ia menyebut kegiatan tersebut penting untuk melihat perkembangan program sekaligus memperkuat koordinasi antara MUI Pusat dan MUI Sumatera Utara.</p><p>Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Salman Alfarisi, LC, MA Kepala Kanwil Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, Ketua Baznas  Sumatera Utara, Prof. Dr. Mohd Hatta, Ketua FKUB Sumatera Utara, Drs. Hatta Siregar, SH, M.Si, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Agussani, M.A.P serta lainnya.</p><p>Buya Maratua menyampaikan bahwa MUI Sumatera Utara pada tahun sebelumnya berhasil memperoleh peringkat ketiga tingkat nasional dalam penilaian yang dilakukan MUI Pusat. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kinerja kelembagaan yang terus dikembangkan.</p><p>Maratua juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan MUI Sumatera Utara selama ini mendapat dukungan dari para aghniya dan muhsinin di Sumatera Utara. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program keumatan yang dilaksanakan MUI Sumut.</p><p>Maratua turut menyoroti keberadaan Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara sebagai salah satu program pendidikan yang menjadi bagian dari kegiatan MUI Sumut. PTKU diarahkan sebagai wadah kaderisasi ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dan kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. <hr /></p><p>Selain penguatan internal, MUI Sumatera Utara juga terus membangun jejaring kelembagaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Sepanjang 2026, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/MUI-Sumut/" target="_blank">MUI Sumut</a> telah melakukan sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga dan institusi lain sebagai bagian dari upaya memperluas sinergi dalam pelaksanaan program keumatan.</p><p>Monitoring dan evaluasi MUI Pusat tersebut diharapkan menjadi ruang untuk melihat capaian program, mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperkuat, serta menyusun langkah pengembangan kelembagaan MUI Sumatera Utara ke depan.<br>Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Agussani, M.AP., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) MUI Pusat harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan amanah dan ketentuan organisasi.</p><p>Atas nama Dewan Pertimbangan MUI Sumut, Prof. Agussani menyambut kedatangan Tim <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Monev/" target="_blank">Monev</a> MUI Pusat. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat capaian, melakukan introspeksi, dan memperbaiki berbagai hal yang masih perlu diperkuat.</p><p>Prof. Agussani menegaskan bahwa MUI merupakan rumah besar para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim yang memiliki tanggung jawab strategis dalam membimbing umat, memberikan pencerahan keagamaan, serta ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.</p><p>Karena itu, ia mendorong MUI untuk terus membangun organisasi yang kuat, profesional, responsif, dan dekat dengan kebutuhan umat.</p><p>Dalam konteks Sumatera Utara, Prof. Agussani juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara MUI Pusat, MUI Provinsi, MUI Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan Islam, pesantren, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan dunia usaha.</p><p>Khusus dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat, ia berharap <a href="https://www.analisamedan.com/tag/MUI-Sumut/" target="_blank">MUI Sumut</a> terus mengembangkan program yang mampu mendorong perubahan kondisi ekonomi masyarakat, antara lain dari mustahik menjadi muzakki, dari konsumen menjadi produsen, serta dari pelaku usaha kecil menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.</p><p>Terkait pelaksanaan Monev, Prof. Agussani berharap kegiatan tersebut menghasilkan evaluasi yang objektif terhadap pelaksanaan program dan tata kelola MUI Sumut, sekaligus memberikan rekomendasi konkret untuk peningkatan kinerja organisasi.</p><p>Ia juga berharap <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Monev/" target="_blank">Monev</a> dapat memperkuat koordinasi antara MUI Pusat dan MUI Sumut, menyamakan persepsi terhadap program strategis MUI, memperkuat kaderisasi dan regenerasi ulama serta pengurus, serta mendorong lahirnya program yang lebih menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. <b>(suhayri)</b><br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_3177_Tim-Monev-MUI-Pusat-Apresiasi-Kinerja-MUI-Sumut.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-medan/tim-monev-mui-pusat-apresiasi-kinerja-mui-sumut/</link>
            <author><![CDATA[sugiatmo]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dua Sejoli dan Seorang Pemuda Diciduk, 295 Pod Getar Diamankan Polisi</guid>
            <pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dua Sejoli dan Seorang Pemuda Diciduk, 295 Pod Getar Diamankan Polisi]]></title>
            <description><![CDATA[Dua Sejoli dan Seorang Pemuda Diciduk, 295 Pod Getar Diamankan Polisi]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengungkap dugaan jaringan peredaran narkotika jenis pod getar di Kota Medan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang dan menyita sebanyak 295 unit pod getar yang diduga berkaitan dengan jaringan Malaysia.</p><p>Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Rabu (16/9/2026). Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial SAB (21), warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh, serta MAR (25) dan PAS (27). Polisi menyebut MAR dan PAS merupakan pasangan kekasih.</p><p>Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP mengatakan, pengungkapan berawal dari penangkapan SAB di sebuah apartemen di Jalan Listrik, Medan.<br>Dari tangan SAB, petugas menyita lima unit pod getar, terdiri dari empat unit merek Yakuza dan satu unit merek Batman.</p><p>Menurut polisi, SAB diduga menyamarkan barang tersebut dengan menyelipkannya ke dalam kotak sabun saat melakukan transaksi.</p><p>Dari penangkapan SAB, petugas kemudian melakukan pengembangan hingga mengarah kepada MAR dan PAS yang diamankan di sebuah rumah kos di Jalan Kasuari, Medan.</p><p>"Saat MAR dan PAS kami tangkap, keduanya sempat berkilah. Namun berkat kejelian tim, kami berhasil menemukan barang bukti narkoba tambahan yang disimpan di dalam body jam dinding," ujar Rafli, Rabu (23/9/2026).</p><p>Petugas menemukan lima unit pod getar yang disimpan di dalam sebuah jam dinding yang diletakkan di atas lemari.</p><p>Pengembangan kemudian dilanjutkan ke sebuah rumah milik keluarga MAR di kawasan Setia Budi, Medan, yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.</p><p>Dari dalam sebuah lemari di kamar tidur, petugas kembali menemukan 285 unit pod getar. Dengan demikian, total barang bukti yang diamankan dari ketiga orang tersebut mencapai 295 unit.</p><p>Rafli menyebut, ketiga orang tersebut diduga baru menjalankan aktivitas peredaran pod getar tersebut sekitar dua bulan. Polisi menduga aktivitas itu bermula dari penggunaan, kemudian berlanjut pada penjualan dalam jumlah kecil hingga dalam jumlah lebih besar.</p><p>Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mendalami dugaan keterlibatan jaringan dari Malaysia. MAR disebut berkomunikasi dengan seseorang yang berada di Malaysia melalui sebuah aplikasi.</p><p>"Ketiga pelaku merupakan jaringan narkoba Malaysia-Indonesia. MAR yang merupakan bos dari kedua pelaku, termasuk kekasihnya, berhubungan langsung dengan pengendali di Malaysia melalui aplikasi khusus. Pengendalinya ini yang kini sedang kami kejar," kata Rafli.</p><p>Rafli menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.<br>Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.</p><p>"Narkoba bukan gaya hidup, jangan biarkan rasa penasaranmu menjadi penyesalan di kemudian hari. Jaga masa depanmu, jaga dirimu. Jangan coba-coba narkoba, karena kami pastikan sekecil apa pun, kami akan ungkap, tangkap, dan tindak hingga ke akarnya," pungkas Rafli.</p><p><br></p><p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_1618_Dua-Sejoli-dan-Seorang-Pemuda-Diciduk--295-Pod-Getar-Diamankan-Polisi.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/dua-sejoli-dan-seorang-pemuda-diciduk-295-pod-getar-diamankan-polisi/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari 12 Proyek Pemko Padangsidimpuan, 5 Gagal Tender Lagi</guid>
            <pubDate>Wed, 23 Sep 2026 12:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari 12 Proyek Pemko Padangsidimpuan, 5 Gagal Tender Lagi]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Dari 12 paket proyek pembangunan irigasi dan jalan di Kota Padangsidimpuan yang dilelang, 5 diantaranya dengan status gagal tender setelah tender ulang, Rabu (23/09/2026).Disadur dari laman https//spse.inaproc.id/padangsidimpuankot]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Dari 12 paket proyek pembangunan irigasi dan jalan di Kota Padangsidimpuan yang dilelang, 5 diantaranya dengan status gagal <a href="https://www.analisamedan.com/tag/tender/" target="_blank">tender</a> setelah <a href="https://www.analisamedan.com/tag/tender/" target="_blank">tender</a> ulang, Rabu (23/09/2026).<br><br>Disadur dari laman https://spse.inaproc.id/padangsidimpuankota/lelang kelima paket proyek yang gagal tersebut yakni: </p><p><br>1. Pembangunan Akses Jalan Huntap Rp.793 Juta.<br>2. Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi DI Goti Rp.496 Juta.<br>3. Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Desa Manegen Rp.1,2 Miliar.<br>4. Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi Aek Sipogas Rp.997 Juta.<br>5. Rehabilitasi Jalan Sutan Parlaungan Hrp Gang Setia 2 Lingkungan II Kelurahan Sadabuan Rp.495 Juta.<br><br>Sedangkan alasan gagal <a href="https://www.analisamedan.com/tag/tender/" target="_blank">tender</a> tersebut yakni diantaranya penawar tidak menyampaikan dokumen penilaian kinerja penyedia, foto kantor lengkap dan plank merk perusahaan lengkap hingga tidak menyampaikan iuran BPJS.<br><br>Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan Bardan saat ditemui dikantornya membenarkan hal tersebut.<br><br>"Benar. Sesuai aturan. Dimana status gagal <a href="https://www.analisamedan.com/tag/tender/" target="_blank">tender</a> tersebut dikarena peserta tidak memenuhi persyaratan dan saat pembuktian tidak dapat membuktikan" Kata Kabag PBJ.<br><br>Secara aturan pengadaan barang/jasa pemerintah di Indonesia, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/tender/" target="_blank">tender</a> gagal bisa berubah menjadi Penunjukan Langsung (PL), namun hal ini tidak terjadi secara otomatis. <br><br>Proses ini harus memenuhi syarat dan ketentuan ketat yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/09/_3896_Dari-12-Proyek-Pemko-Padangsidimpuan--5-Gagal-Tender-Lagi.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/dari-12-proyek-pemko-padangsidimpuan-5-gagal-tender-lagi/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>