<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        



        <title>Analisa Medan</title>
        
        <link>https://www.analisamedan.com/</link>
        <description>Analisa Medan - Berita terkini dari kota medan, sumatera utara dan sekitarnya, termasuk aceh.</description>
        <lastBuildDate>Mon, 17 Aug 2026 01:52:11 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua DPRD Padangsidimpuan Ikut Jadi Juri, Cicipi Masakan Emak-Emak Losung Batu</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 21:19:18 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua DPRD Padangsidimpuan Ikut Jadi Juri, Cicipi Masakan Emak-Emak Losung Batu]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, S.Ak., turut memeriahkan pesta rakyat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan I, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Uta]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, S.Ak., turut memeriahkan pesta rakyat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan I, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Minggu (16/8/2026).<br><br>Tidak hanya hadir memberikan dukungan, Sri Fitrah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, didaulat panitia untuk ikut menjadi dewan juri dalam lomba memasak bebek yang diikuti 10 kelompok dan didominasi kaum emak-emak.<br><br>Keduanya tampak mencicipi satu per satu hasil masakan peserta. Beragam olahan bebek dengan racikan bumbu dan cita rasa berbeda disajikan di hadapan dewan juri untuk mendapatkan penilaian.<br><br>Momen Ketua DPRD bersama Ketua TP PKK mencicipi hasil masakan emak-emak tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian warga. Suasana penjurian berlangsung akrab, meriah dan penuh kekeluargaan.<br><br>Sri Fitrah mengapresiasi kreativitas dan kekompakan kaum perempuan Losung Batu yang mampu menghadirkan kegiatan berbeda dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan.<br><br>&quot;Atas nama DPRD Kota Padangsidimpuan, saya mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat Losung Batu. Hari ini kita melihat langsung adanya kekompakan, kreativitas, kegembiraan dan yang paling penting semangat kebersamaan,&quot; ujar Sri Fitrah.<br><br>Menurutnya, lomba memasak bebek tersebut bukan semata-mata untuk mencari siapa yang memiliki masakan paling enak atau menjadi pemenang.<br><br>&quot;Lomba ini bukan sekadar soal masakan siapa yang paling enak atau siapa yang nantinya menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan menjaga semangat gotong royong,&quot; katanya.<br><br><b>Ketua DPRD: Kebersamaan Modal Besar Bangun Padangsidimpuan</b><br><br>Sri Fitrah menilai kekompakan masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan Kota Padangsidimpuan.<br><br>Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat.<br><br>&quot;Kalau masyarakatnya kompak, pemerintahnya bekerja dan seluruh unsur saling mendukung, tentu itu menjadi modal besar bagi kemajuan Kota Padangsidimpuan,&quot; ujarnya.<br><br>Ia berharap semangat persatuan dan gotong royong tersebut tidak hanya muncul ketika perayaan 17 Agustus, tetapi terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.<br><br>&quot;Peringatan Hari Kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengingat perjuangan para pendahulu sekaligus mengisinya melalui kerja nyata, persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,&quot; katanya.<br><br>Sri Fitrah juga memberikan apresiasi khusus kepada emak-emak peserta lomba yang dengan antusias menunjukkan kemampuan memasak dan kreativitas masing-masing kelompok.<br><br>&quot;Menang atau kalah bukanlah hal yang utama. Yang terpenting adalah kebersamaan, kreativitas dan semangat untuk ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan,&quot; ujarnya.<br><br><b>10 Kelompok Emak-emak Adu Kreasi</b><br><br>Pesta rakyat tersebut menjadi perhatian karena menghadirkan lomba memasak bebek yang diikuti 10 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 10 peserta dan didominasi kaum emak-emak.<br><br>Para peserta tampak kompak membagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, meracik dan menghaluskan bumbu, mengolah bebek hingga menata hasil masakan untuk disajikan kepada dewan juri.<br><br>Berbagai kreasi masakan bebek dengan aroma, racikan dan cita rasa berbeda pun tersaji.<br><br>Setelah seluruh kelompok menyelesaikan masakan, Sri Fitrah bersama Ny. Masroini dan dewan juri lainnya berkeliling mencicipi satu per satu hasil olahan peserta.<br><br>Masyarakat yang sejak awal menyaksikan perlombaan tampak antusias menunggu penilaian. Sorak dukungan warga turut menambah kemeriahan suasana.<br><br>Usai proses penilaian, masakan hasil kreasi peserta kemudian dinikmati bersama oleh tamu undangan, panitia, peserta dan masyarakat.<br><br>Makan bersama tersebut semakin memperkuat suasana kekeluargaan dan persaudaraan dalam pesta rakyat Losung Batu.<br><br><b>Ketua TP PKK Apresiasi Kreativitas Perempuan</b><br><br>Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan kekompakan masyarakat, khususnya kaum perempuan.<br><br>&quot;Saya sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas masyarakat. Lomba ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, kekompakan dan rasa persaudaraan dalam memperingati Hari Kemerdekaan,&quot; ujarnya.<br><br>Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi kaum perempuan untuk menunjukkan keterampilan dan kreativitas, sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.<br><br><b>Lurah Losung Batu Apresiasi Kekompakan Warga</b><br><br>Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan sambutan Lurah Losung Batu, Efrida Melly Harahap.<br><br>Efrida mengapresiasi kekompakan panitia, peserta dan seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.<br><br>&quot;Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat. Kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan dan menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Losung Batu,&quot; ujarnya.<br><br>Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan Muhammad Fajar Dalimunthe, S.H., M.H., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Padangsidimpuan Holidin Siregar, S.Pd., M.M., tokoh masyarakat, panitia dan warga.<br><br><b>Fajar Dalimunthe: Jaga Adat, Budaya dan Keutuhan NKRI</b><br><br>Anggota Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan, Muhammad Fajar Dalimunthe, mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan sekaligus melestarikan adat dan budaya.<br><br>&quot;Dengan pesta rakyat ini mari kita jaga adat istiadat dan kebudayaan, serta menjaga kebersamaan dan kekompakan untuk keutuhan NKRI,&quot; katanya.<br><br>Menurut Fajar, Losung Batu juga memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Padangsidimpuan sehingga generasi sekarang perlu terus menjaga warisan budaya dan sejarah para pendahulu.<br><br>&quot;Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi sekaligus menunjukkan kreativitas. Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan,&quot; ujarnya.<br><br><b>Juara Diumumkan Malam 17 Agustus</b><br><br>Meski penilaian telah selesai dilakukan, panitia belum mengumumkan kelompok yang keluar sebagai juara.<br><br>Pemenang lomba memasak bebek akan diumumkan pada malam puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) malam.<br><br>Sri Fitrah berharap siapa pun yang nantinya menjadi pemenang tetap menjadikan kebersamaan sebagai tujuan utama dari kegiatan tersebut.<br><br>&quot;Siapa pun nantinya yang menjadi juara, sesungguhnya seluruh masyarakat Losung Batu adalah pemenang karena telah mampu menjaga kekompakan dan menghadirkan pesta rakyat yang penuh kegembiraan,&quot; ujarnya.<br><br>Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Losung Batu pun menjadi gambaran kuatnya semangat merah putih melalui kreativitas emak-emak, gotong royong, makan bersama serta kebersamaan antara masyarakat dan unsur pemerintah daerah.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_8403_Ketua-DPRD-Padangsidimpuan-Ikut-Jadi-Juri--Cicipi-Masakan-Emak-Emak-Losung-Batu.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/ketua-dprd-padangsidimpuan-ikut-jadi-juri-cicipi-masakan-emakemak-losung-batu/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gelar Lomba Hias Lingkungan di HUT RI. Ny. Masroini Letnan Dalimunthe: "PKK Harus Begerak dan Berinovasi"</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 20:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gelar Lomba Hias Lingkungan di HUT RI. Ny. Masroini Letnan Dalimunthe: "PKK Harus Begerak dan Berinovasi"]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Dalam rangka memeriah HUT RI Ke81, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Padangsidimpuan Ny. Masroini Letnan Dalimunthe bersama jajaran menghadiri perayaan kemerdekaan di Kelurahan Timbangan, Kecamatan P]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Dalam rangka memeriah HUT RI Ke-81, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Padangsidimpuan Ny. Masroini Letnan Dalimunthe bersama jajaran menghadiri perayaan kemerdekaan di Kelurahan Timbangan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Minggu (16/08/2026).<br><br>Dimana kehadiran orang nomor satu di jajaran PKK ini disambut langsung oleh Plt Lurah Timbangan Askari Abdi Muda Hasibuan, Ketua TP PKK Kelurahan Timbangan Ny. Fatimah Tanjung, jajaran pemerintah kelurahan serta tokoh masyarakat dan seluruh pengurus PKK.<br><br>Sedangkan acara yang digelar di Kelurahan tersebut yakni Lomba Hias antar lingkungan dengan pernak pernik merah putih mengisi kemerdekaan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat kebersamaan warga, menyalurkan kreativitas seni, serta menanamkan rasa cinta tanah air dan penghormatan terhadap jasa pahlawan dalam menyambut HUT RI<br><br>Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan mengapresiasi kegiatan lomba hias antar lingkungan yang dimotori ibu-ibu PKK Kelurahan.<br><br>"Ini menunjukkan semangat kemerdekaan berkobar di hati ibu-ibu untuk menunjukkan kreativitas perayaan kemerdekaan. Dan meminta PKK di Kelurahan Timbangan untuk maju dan bergerak, kompak dan berinovasi dengan program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan UMKM" Kata Ny. Masroini Letnan Dalimunthe<br><br><b>Sambutan TP PKK Kelurahan Timbangan</b><br><br>Ketua TP PKK Kelurahan Timbangan Ny. Fatimah Tanjung siap melaksanakan arahan untuk mewujudkan visi misi organisasi dan visi PKK Kota Padangsidimpuan.<br><br>"Dalam menjalankan roda organisasi dan pemberdayaan masyarakat, Tim Penggerak (TP) Kelurahan Timbangan siap bersinergi bersama PKK Kota Padangsidimpuan dalam rangka mendukung visi-misi pemerintah daerah serta berlandaskan pada 10 Program Pokok PKK. Guna terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, lahir dan batin" Ucap Ketua PKK Timbangan Ny. Fatimah Tanjung.<br><br>Antusiasme warga terlihat pada lomba hias antar lingkungan. Di antaranya, memasang bendera merah putih di depan rumah dan hiasan di sepanjang jalan di Kelurahan Timbangan. Kemudian, gapura selamat datang juga tampak dihias dengan sangat indah.<br><br>Sementara itu, Plt Lurah Timbangan Askari Abdi Muda Hasibuan menyampaikan rangkaian kegiatan yang digelar merupakan bentuk semangat gotong royong dan rasa kebersamaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun RI ke-81.<br><br>"Semangat gotong royong dan kebersamaan di Kelurahan Timbangan masih tetap utuh. Dalam rangka perayaan hari kemerdekaan ini, rasa persatuan tetap terjaga di tengah masyarakat," ucapnya.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_5506_Gelar-Lomba-Hias-Lingkungan-di-HUT-RI--Ny--Masroini-Letnan-Dalimunthe---quot-PKK-Harus-Maju-dan-Berinovasi-quot-.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/gelar-lomba-hias-lingkungan-di-hut-ri-ny-masroini-letnan-dalimunthe-quotpkk-harus-begerak-dan-berinovasiquot/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ibu Walikota Padangsidimpuan Jadi Juri Lomba Masak HUT RI: "Enak Semua. Juara Semua Ni"</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 17:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ibu Walikota Padangsidimpuan Jadi Juri Lomba Masak HUT RI: "Enak Semua. Juara Semua Ni"]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Lingkungan I, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Minggu (16/8/2026).Pesta rakyat tersebut]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Lingkungan I, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Minggu (16/8/2026).<br><br>Pesta rakyat tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat adalah lomba memasak bebek yang diikuti 10 kelompok dan didominasi kaum emak-emak.<br><br>Masing-masing kelompok beranggotakan 10 peserta. Para peserta tampak kompak membagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, meracik bumbu, mengolah bebek hingga menyajikan hasil masakan terbaik di hadapan dewan juri.<br><br>Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padangsidimpuan Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Sri Fitrah Munawaroh, S.Ak., Anggota Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan Muhammad Fajar Dalimunthe, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Padangsidimpuan Holidin Siregar, S.Pd., M.M.<br><br>Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, mengapresiasi kreativitas dan kekompakan masyarakat, khususnya kaum perempuan yang turut ambil bagian dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan.<br><br>"Saya sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas masyarakat. Lomba ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, kekompakan dan rasa persaudaraan dalam memperingati Hari Kemerdekaan, Ini masakannya enak semua," ujarnya.<br><br>Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk menunjukkan kreativitas dan keterampilan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah keluarga dan lingkungan.<br><br><b>Ketua DPRD: Kebersamaan Modal Besar Membangun Padangsidimpuan</b><br><br>Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, S.Ak., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Losung Batu yang telah bergotong royong menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.<br><br>Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa semangat persatuan dan gotong royong masih terpelihara dengan baik.<br><br>"Atas nama DPRD Kota Padangsidimpuan, saya mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat Losung Batu. Hari ini kita melihat langsung adanya kekompakan, kreativitas, kegembiraan dan yang paling penting semangat kebersamaan," ujarnya.<br><br>Sri Fitrah juga mengapresiasi lomba memasak bebek yang diikuti 10 kelompok dan didominasi emak-emak.<br><br>Menurutnya, kegiatan tersebut memperlihatkan besarnya peran kaum perempuan dalam membangun kekompakan di tengah masyarakat.<br><br>"Lomba ini bukan sekadar soal masakan siapa yang paling enak atau siapa yang nantinya menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan menjaga semangat gotong royong," katanya.<br><br>Ia juga mengapresiasi konsep makan bersama setelah proses penilaian berlangsung.<br><br>Menurutnya, ketika tamu undangan, peserta, dewan juri dan masyarakat duduk serta menikmati hidangan bersama, tercermin semangat persaudaraan tanpa sekat.<br><br>"Peringatan Hari Kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengingat perjuangan para pendahulu sekaligus mengisinya melalui kerja nyata, persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," katanya.<br><br>Sri Fitrah menilai kekompakan masyarakat merupakan salah satu modal besar bagi kemajuan daerah.<br><br>"Kalau masyarakatnya kompak, pemerintahnya bekerja dan seluruh unsur saling mendukung, tentu itu menjadi modal besar bagi kemajuan Kota Padangsidimpuan," ujarnya.<br><br>Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut tidak hanya hidup saat perayaan 17 Agustus, tetapi terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.<br><br>Kepada emak-emak peserta lomba, Sri Fitrah juga menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat yang ditunjukkan.<br><br>"Menang atau kalah bukanlah hal yang utama. Yang terpenting adalah kebersamaan, kreativitas dan semangat untuk ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan," katanya.<br><br><b>Fajar Dalimunthe: Jaga Adat, Budaya dan Keutuhan NKRI</b><br><br>Anggota Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan, Muhammad Fajar Dalimunthe, S.H., M.H., menilai pesta rakyat tersebut mempunyai makna lebih luas dari sekadar perlombaan.<br><br>Menurut Fajar, momentum Hari Kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk menjaga adat istiadat, kebudayaan, kebersamaan dan kekompakan masyarakat demi memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br><br>"Dengan pesta rakyat ini mari kita jaga adat istiadat dan kebudayaan, serta menjaga kebersamaan dan kekompakan untuk keutuhan NKRI," kata Fajar.<br><br>Ia secara khusus mengajak masyarakat Kelurahan Losung Batu untuk berpartisipasi aktif menjaga nilai sejarah, budaya dan persatuan.<br><br>Menurut Fajar, Losung Batu bukan hanya sekadar kelurahan, tetapi memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan sejarah Padangsidimpuan.<br><br>"Kelurahan Losung Batu harus berpartisipasi dalam hal ini, karena Losung Batu bukan hanya sekadar kelurahan, tetapi tercatat dalam sejarah perjalanan Padangsidimpuan. Losung Batu termasuk salah satu dari empat huria yang menjadi bagian dari cikal bakal perkembangan Kota Padangsidimpuan pada masa itu," ujarnya.<br><br>Fajar menjelaskan, huria merupakan salah satu sistem pemerintahan pada masa dahulu yang dipimpin seorang Raja Luat.<br><br>Ia menyebut empat wilayah tersebut yakni Huria Losung Batu, Huria Pijorkoling, Huria Batunadua dan Huria Hutaimbaru.<br><br>Menurutnya, dalam perkembangan berikutnya pada masa Kota Administratif Padangsidimpuan, keempat wilayah tersebut memiliki keterkaitan dengan pembentukan kecamatan.<br><br>"Padangsidimpuan Utara dulunya berkaitan dengan Huria Losung Batu, Padangsidimpuan Selatan dengan Huria Pijorkoling, Padangsidimpuan Tenggara dengan Huria Batunadua dan Padangsidimpuan Barat dengan Huria Hutaimbaru," katanya.<br><br>Karena itu, Fajar berharap generasi saat ini terus menjaga warisan sejarah, adat dan kebudayaan yang diwariskan para pendahulu.<br><br>"Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi sekaligus menunjukkan kreativitas. Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan," ujarnya.<br><br>"Semangat persatuan, gotong royong, menjaga adat istiadat dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita pelihara setiap hari," tambahnya.<br><br><b>Emak-emak Jadi Pusat Perhatian</b><br><br>Lomba memasak bebek menjadi salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian masyarakat. Sebanyak 10 kelompok dengan peserta yang didominasi emak-emak saling menunjukkan kemampuan mengolah bebek dengan berbagai racikan bumbu.<br><br>Para peserta terlihat antusias. Ada yang bertugas menyiapkan bahan, menghaluskan bumbu, menjaga proses memasak hingga menata hasil olahan untuk disajikan kepada dewan juri.<br><br>Suasana perlombaan berlangsung meriah namun tetap penuh kekeluargaan. Sorak dukungan masyarakat menambah semangat para peserta menyelesaikan masakan masing-masing.<br><br>Kreativitas emak-emak tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Kegiatan ini juga dinilai menarik karena menghadirkan konsep kuliner sebagai bagian dari pesta rakyat menyambut Hari Kemerdekaan.<br><br><b>Tamu Undangan dan Juri Cicipi Satu per Satu Masakan Bebek</b><br><br>Setelah seluruh kelompok menyelesaikan masakannya, para tamu undangan bersama dewan juri kemudian mencicipi satu per satu masakan bebek hasil kreasi para peserta.<br><br>Setiap kelompok menyajikan olahan dengan racikan, aroma dan cita rasa yang berbeda. Dewan juri melakukan penilaian sebelum menentukan kelompok terbaik.<br><br>Momen pencicipan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang sejak awal mengikuti jalannya perlombaan.<br><br>Tak berhenti pada proses penjurian, masakan yang telah dibuat para peserta kemudian dinikmati bersama masyarakat Losung Batu.<br><br>Tamu undangan, peserta, panitia dan masyarakat berbaur menikmati hidangan dalam suasana penuh keakraban.<br><br>Makan bersama tersebut menjadi salah satu momen yang memperkuat nuansa pesta rakyat. Perlombaan memasak bebek tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga.<br><br>Kegiatan yang didominasi emak-emak tersebut mendapat apresiasi karena mampu memadukan kreativitas kuliner, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan.<br><br>Juara Diumumkan pada Malam Puncak 17 Agustus<br>Meski proses penilaian telah dilakukan, panitia belum langsung mengumumkan kelompok yang keluar sebagai juara.<br><br>Pengumuman pemenang lomba memasak bebek akan digelar pada malam puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) malam.<br><br>Masyarakat pun dibuat penasaran menunggu kelompok mana yang akan meraih predikat terbaik dari 10 kelompok peserta.<br><br>Pengumuman juara akan menjadi bagian dari rangkaian malam puncak pesta rakyat di Lingkungan I Kelurahan Losung Batu.<br><br>Sri Fitrah berharap seluruh peserta tetap menjaga semangat dan kebersamaan hingga pengumuman pemenang.<br><br>"Siapa pun nantinya yang menjadi juara, sesungguhnya seluruh masyarakat Losung Batu adalah pemenang karena telah mampu menjaga kekompakan dan menghadirkan pesta rakyat yang penuh kegembiraan," ujarnya.<br><br>Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada peringatan Hari Kemerdekaan berikutnya dan dikembangkan menjadi agenda masyarakat yang mampu mengangkat kreativitas kuliner, adat, kebudayaan serta semangat persatuan.<br><br>Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Losung Batu menjadi gambaran bahwa semangat merah putih tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan, tetapi juga lewat gotong royong, kreativitas emak-emak, pelestarian adat dan budaya serta makan bersama yang mempererat persaudaraan masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_6345_Ibu-Walikota-Padangsidimpuan-Jadi-Juri-Lomba-Masak-HUT-RI---quot-Enak-Semua--Juara-Semua-Ni-quot-.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/ibu-walikota-padangsidimpuan-jadi-juri-lomba-masak-hut-ri-quotenak-semua-juara-semua-niquot/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bu Guru Desi Yang "Cubit" Siswa di Tapsel Dinonaktifkan dan Siswa Pindah Sekolah. Berikut Kronologinya Lengkapnya</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 16:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bu Guru Desi Yang "Cubit" Siswa di Tapsel Dinonaktifkan dan Siswa Pindah Sekolah. Berikut Kronologinya Lengkapnya]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Dengan wajah menunduk dan tangan mengusap pipinya, Guru Honorer Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 100714 Garoga, Tapsel  DMS dinon aktifkan dari sekolah ia mengajar dan seorang siswa yang menjadi korban dengan tub]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Dengan wajah menunduk dan tangan mengusap pipinya, Guru Honorer Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 100714 Garoga, Tapsel  "DMS" dinonaktifkan dari sekolah ia mengajar dan seorang siswa yang menjadi korban dengan tubuh lebam bekas cubitan juga dipindahkan sesuai permintaan orang tua untuk penanganan trauma, Minggu (16/08/2026).<br><br>Setelah sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan memberi hukuman bagi siswa tidak hafal Asmaul Husna oleh siswa yang sudah hafal dengan cubitan, kini ia juga tidak mengajar lagi.</p><p>Tidak cukup dinontaktifkan saja, pahlawan tanpa tanda jasa ini juga harus membaiya pengobatan bersama sekolahnya.</p><p><br>Hal tersebut diketahui sesuai berita acara examination &amp; mediasi (BAP) pada Selasa (11/08) di Aula Hunian Sementara (Huntara) Desa Garoga yang dihadiri kedua belah pihak serta Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak, Perwakilan Danramil, Perwakilan Polsek Batang Toru dan Tokoh Masyarakat.<br><br>Dari hasil kesepakatan dalam musyawarah pada point tindak lanjut menjelaskan bahwa Guru "DMS (terperiksa) yang sudah mengabdi selam 5 tahun sebagai guru honerer di sekolah tersebut di non aktifkan.<br><br><b>Berikut Pointnya:<br></b><br>1. Saudari Desi Marito Sihombing, S.Pd telah mengakui kesalahannya cara memberikan tindakan yang salah kepada siswa dalam menghapal Asmaul Husnah.<br><br>2.Siswa atas nama Boy Canra Siregar agar di fasilitasi pemindahannya ke SDN No. 100704 Huta Godang Kecamatan Batangtoru sesuai dengan permintaan Orangtua dari siswa tersebut.<br><br>3. Diberikan sanksi kepada saudari Desi Sihombing di Non Aktifkan sebagai Guru Mata Pelajaran Agama Islam di SDN No. 100714 Garoga Kecamatan Batangtoru sampai waktu yang tidak ditentukan sampai diselesaikan permasalahan di Sekolah tersebut.<br><br>Keputusan tersebut tertuang dalam berita acara mediasi (BAP) berkop Dinas Pendidikan Daerah Tapanuli Selatan ditanda tangani langsung Kadis Pendidikan Efrida Yanti Pakpahan, Kepsek SD 100714 Sinarmasari dan Guru Pendidikan Agama Islam Desi Marito Sihombing.<br><br><b>Kronologi Kasus</b><br><br>Dari pengakuan guru terperiksa Desi Marito Sihombing, S.Pd Guru menyepakati dengan siswa Kelas V bahwa setiap pertemuan pelajaran akan dihapalkan 5 Asmaul Husna. Kesepakatan dibuat pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan seluruh siswa hafal 40 Asmaul Husna pada hari Kamis berikutnya; siswa yang belum hafal akan menerima cubitan dari siswa yang telah menyelesaikan hafalan, sejumlah nama yang belum dihafal (misalnya kurang 2, maka dicubit 2kali). <br><br>Pada Kamis, 6 Agustus 2026, dilakukan evaluasi hafalan. Hasilnya, hanya I siswa (lndah) yang hafal 40 Asmaul Husna, sedangkan 26 siswa lainnya belum hafal seluruhnya. Sesuai kesepakatan, Indah memberikan cubitan kepada 26 siswa tersebut. <br><br>Selama proses berlangsung, para siswa terlihat saling bercanda dan tertawa tanpa tanda kesakitan atau tangisan, sementara Saudari Desi Marito Sihombing sedang menulis materi di papan tulis. Yang bersangkutan mengakui memberikan sanksi tersebut dengan iktikad baik untuk mendorong siswa lebih giat menghafal Asmaul Husna sebagai nama-nama Allah SWT, dan menegaskan tidak bermaksud menganiaya.<br><br>Namun, ia menyadari metode tersebut melanggar kaidah pendidikan, berpotensi menimbulkan dampak fisik dan trauma psikologis, serta telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada orang tua murid. <br><br>Permohonan maaf secara langsung disampaikan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 17.30 WIB, saat guru bersama saudara/eda mendatangi rumah siswa atas nama Boy Candra Siregar. Ayah siswa merespon secara baik, namun ibu siswa tidak menerima permohonan maaf tersebut dengan baik. Kepala Desa yang mengetahui permasalahan ini turut memediasi kedua belah pihak. <br><br>Pada Minggu, 9 Agustus 2026, guru bemiat memberikan upah-upah (makanan adat untuk memulihkan tondi/jiwa anak), baju baru, serta biaya pengobatan sebagai bentuk permintaan maaf yang tulus. Namun, niat tersebut ditolak oleh pihak keluarga, sehingga upah-upah yang telah disiapkan dibawa kembali oleh guru. Pada hari Minggu malam permasalahan ini terlah tersebar di Media Sosial oleh pihak-pihak yang punya kepentingan dan tidak bertanggung jawab atas permasalahan ini sehingga persoalan ini menjadi rumit dan berkembang dikalangan masayarakat.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_4162_Guru-Yang--quot-Cubit-quot--Siswa-di-Tapsel-di-Non-Aktifkan-dan-Siswa-Pindah-Sekolah--Berikut-Kronologinya-Lengkapnya.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/nasional/bu-guru-desi-yang-quotcubitquot-siswa-di-tapsel-dinonaktifkan-dan-siswa-pindah-sekolah-berikut-kronologinya-lengkapnya/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jual Sabu Lewat Jendela, Tiga Wanita Ditangkap Polisi</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:04:36 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jual Sabu Lewat Jendela, Tiga Wanita Ditangkap Polisi]]></title>
            <description><![CDATA[Jual Sabu Lewat Jendela, Tiga Wanita Ditangkap Polisi]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Reserse Narkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> menggerebek sebuah rumah di Jalan Perintis Gang Melur, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika jenis sabu.</p><p>Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (11/8/2026) siang tersebut, polisi mengamankan tiga perempuan yang diduga terlibat dalam aktivitas jual beli narkotika.</p><p>Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas di rumah tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan dugaan transaksi narkotika.</p><p>&quot;Setelah kami temukan adanya transaksi, kami kemudian melakukan penggerebekan. Kami ringkus tiga wanita yang seluruhnya merupakan pengedar,&quot; ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Minggu (16/8/2026) pagi.</p><p>Ketiga perempuan yang diamankan masing-masing berinisial EF (52), ER (49), dan HD (23). Polisi menyebut ketiganya memiliki peran berbeda dalam aktivitas tersebut, mulai dari menerima pembayaran, menyerahkan narkotika, hingga menyimpan barang terlarang itu.</p><p>Menurut polisi, transaksi dilakukan dengan cara pembeli tidak bertemu langsung dengan para pelaku. Sabu disebut diserahkan melalui jendela rumah.</p><p>&quot;Dari ketiga pelaku, dua di antaranya masih memiliki hubungan keluarga, karena ER merupakan mertua dari HD,&quot; kata Rafli.</p><p>Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita dua paket sabu dengan berat keseluruhan 5,56 gram serta satu unit timbangan elektrik.</p><p>Polisi menduga aktivitas peredaran sabu tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan. Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus guna mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pemasok narkotika.</p><p>&quot;Kami masih kembangkan kasus ini, kami masih mengejar pelaku-pelaku lain, terkhusus yang berperan sebagai pemasok,&quot; pungkas Rafli.</p><p>Ketiga perempuan tersebut kini menjalani proses hukum untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan terus melakukan pemberantasan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Medan.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_9938_Jual-Sabu-Lewat-Jendela--Tiga-Wanita-Ditangkap-Polisi.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/jual-sabu-lewat-jendela-tiga-wanita-ditangkap-polisi/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi, Desak Pencopotan Kapolda dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:37:09 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi, Desak Pencopotan Kapolda dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah]]></title>
            <description><![CDATA[ Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa bertajuk &ldquoMimbar Rakyat  REBUTKEMERDEKAANSEJATI&rdquo di Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/8/2026).]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa bertajuk &quot;<a href="https://www.analisamedan.com/tag/Mimbar-Rakyat/" target="_blank">Mimbar Rakyat</a> REBUT KEMERDEKAAN SEJATI&quot; di Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/8/2026).<br><br>Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menyuarakan sejumlah persoalan daerah dan nasional, mulai dari pemberantasan narkoba, dugaan nepotisme dan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam birokrasi, hingga evaluasi sejumlah program strategis pemerintah.<br><br>Dalam orasinya, perwakilan Aliansi Cipayung Plus Sumut menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni peringatan Hari Kemerdekaan. Menurut mereka, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kedaulatan ekonomi, penegakan hukum yang adil, serta jaminan kebebasan sipil.<hr /><br><br>&quot;Kemerdekaan sejati bukan sekadar seremoni pengibaran bendera, melainkan jaminan atas kedaulatan ekonomi, penegakan hukum tanpa tebang pilih, serta jaminan kebebasan sipil tanpa bayang-bayang militerisme,&quot; ujar perwakilan pimpinan Aliansi Cipayung Plus Sumut dalam orasinya.<br><br>Salah satu tuntutan utama massa adalah pencopotan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut). Aliansi menilai penanganan persoalan narkoba di Sumatera Utara belum mampu memutus mata rantai jaringan peredaran narkotika hingga ke tingkat pengendali.<br><br>Aliansi juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara. Dalam pernyataannya, massa mengutip data survei BNN RI bersama BRIN dan BPS yang mereka sebut menunjukkan prevalensi pengguna narkoba di Sumatera Utara mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.<hr /><br><br>&quot;Penegakan hukum selama ini terbukti mandul karena hanya menyasar kurir dan pedagang tingkat bawah, sementara gembong utama serta kartel besar masih bebas beroperasi,&quot; ujar perwakilan aliansi.<br><br>Atas persoalan tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen untuk mengusut dugaan jaringan kartel narkoba di Sumatera Utara secara menyeluruh.<br><br>Selain isu narkoba, mahasiswa juga memberikan catatan terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk reshuffle Kabinet Merah Putih. Aliansi meminta perubahan susunan kabinet tidak dilakukan berdasarkan kompromi politik maupun kepentingan kelompok, tetapi mengutamakan kompetensi dan kepentingan masyarakat.<hr /><br><br>Di bidang ekonomi, massa turut menyoroti skema pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) . Menurut mereka, skema pembiayaan dalam jumlah besar dan terpusat perlu diawasi agar tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas sektor jasa keuangan maupun pelaku usaha kecil.<br><br>&quot;Pengalihan likuiditas pembiayaan secara terpusat berisiko mematikan sektor usaha mikro, pedagang kelontong pasar tradisional, dan pelaku usaha lokal,&quot; tegas perwakilan aliansi.<br><br>Massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap wacana pelibatan prajurit TNI aktif dalam keamanan sipil sehari-hari maupun pengamanan aksi demonstrasi.<hr /><br><br>Aliansi merujuk pada Pasal 30 UUD 1945 serta TAP MPR Nomor VI/MPR/2000 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 sebagai dasar argumentasi mengenai pemisahan fungsi pertahanan dan keamanan.<br><br>Menurut mereka, TNI harus berfokus pada fungsi pertahanan negara, sedangkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan kewenangan Kepolisian Negara Republik Indonesia.<br><br>Dalam aksi tersebut, Aliansi Cipayung Plus Sumut menyampaikan sejumlah tuntutan utama, yakni:<br><br>1. Melakukan audit secara transparan terhadap seluruh anggaran program MBG serta mengevaluasi secara menyeluruh skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<br>2. Membersihkan birokrasi dari praktik nepotisme politik dan KKN.<br>3. Menghentikan perluasan penempatan perwira TNI aktif pada jabatan sipil.<br>4. Membentuk TPF Independen untuk mengusut dugaan jaringan kartel narkoba di Sumatera Utara serta mencopot Kapolda Sumut yang dinilai gagal memberantas narkoba secara tuntas.<hr /><br><br>Pernyataan sikap tersebut ditandatangani sejumlah pimpinan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumut, di antaranya Korwil GMKI Sumut Chrisye Sitorus, Komda PMKRI Sumut Sintong Sinaga, Ketua DPD IMM Sumut Rahmat Taufik Pardede, Ketua DPD GMNI Sumut Armando Kurniansyah Sitompul, Ketua PW KAMMI Sumut Irham Saddani Rambe, serta Ketua PW HIMMAH Sumut Imransyah Pasai.<br><br>Aksi berlangsung hingga menjelang malam. Setelah seluruh tuntutan dibacakan, massa membubarkan diri dengan menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah serta persoalan penegakan hukum di Sumatera Utara.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_6974_Ratusan-Mahasiswa-Cipayung-Plus-Sumut-Gelar-Aksi--Desak-Pencopotan-Kapolda-dan-Evaluasi-Kebijakan-Pemerintah.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/ratusan-mahasiswa-cipayung-plus-sumut-gelar-aksi-desak-pencopotan-kapolda-dan-evaluasi-kebijakan-pemerintah/</link>
            <author><![CDATA[gustan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kojira Lebarkan Sayap Himpun 1.100 Ojol di Sumut</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:23:14 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kojira Lebarkan Sayap Himpun 1.100 Ojol di Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Komando Ojol Indonesia Raya (Kojira) menunjukkan eksistensi yang masif. Wadah perjuangan para pengemudi ojek online (ojol) lintas aplikator ini kini resmi mengayomi 1.100 anggota yang terhimpun dari 33 komunitas dan satu aliansi di Sumut.]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Belum genap satu tahun berdiri sejak dideklarasikan pada 15 Desember 2025 lalu, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Komando-Ojol-Indonesia-Raya/" target="_blank">Komando Ojol Indonesia Raya</a> (Kojira) menunjukkan eksistensi yang masif. Wadah perjuangan para pengemudi ojek online (ojol) lintas aplikator ini kini resmi mengayomi 1.100 anggota yang terhimpun dari 33 komunitas dan satu aliansi di Sumut.<br><br>​Kepastian perluasan jaringan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP Kojira, Rudi Zulham Hasibuan, dalam keterangan resminya di Medan, Jumat (14/8). Rudi mendampingi jajaran pengurus pusat, antara lain Sekretaris Selwa Kumar, Bendahara Hamidah, serta para Wakil Ketua Umum: Thomas Saputra (Waketum I), Zahril Telaumbanua (Waketum II), dan Tanti Imelda Sari Comilo (Waketum III).<br><br>​Dalam keterangannya, Rudi menegaskan bahwa pesatnya perkembangan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> tidak terlepas dari pengayoman dan arahan Ketua Dewan Pembina Kojira, Meriyawati Amelia Prasetio (Ayin), yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD Gerindra Sumatera Utara. Rudi menegasjan, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> hadir bukan untuk meleburkan atau menghapus identitas komunitas yang sudah ada, melainkan menjadi payung bersama.<br><br>"Kami merangkul seluruh entitas ojol tanpa memandang dari mana perusahaan aplikatornya berasal. Dari awal hanya 14 komunitas, kini sudah berkembang menjadi 33 komunitas dan satu aliansi," ujar Rudi Zulham Hasibuan.<hr /><br><br>​Rudi menjelaskan, setelah menerima Surat Keputusan (SK) resmi pada 1 Agustus 2026, DPP <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> yang kini diperkuat oleh 210 pengurus dalam 22 bidang kerja, siap membawa misi ini ke level yang lebih luas. <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> tidak hanya diproyeksikan untuk kabupaten/kota di Sumatera Utara, melainkan siap dikembangkan ke seluruh penjuru Indonesia.<br><br>Ditegaskan Rudi, pintu keanggotaan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> terbuka lebar bagi seluruh komunitas maupun individu pengemudi ojol yang ingin bergabung dan berjuang bersama meningkatkan kesejahteraan keluarga.<br><br>​Lebih dari sekadar wadah berkumpul, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> memosisikan diri sebagai sarana diplomasi dan jembatan aspirasi mitra driver kepada pemerintah dan perusahaan aplikasi. Salah satu isu yang kini disoroti <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> adalah implementasi regulasi potongan aplikasi.<br><br>​Meskipun apresiasi diberikan atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui regulasi yang menekan batas potongan mitra menjadi 8 persen, praktik di lapangan justru menyimpan beban baru bagi pengemudi.<hr /><br><br>​"Secara teori, potongan 8 persen itu kabar gembira. Namun dalam praktiknya, penurunan ini diiringi kenaikan biaya aplikasi (fee application) yang melonjak tajam dari yang dulunya Rp2.000 menjadi Rp6.000 hingga Rp8.000. Akibatnya, pendapatan bersih teman-teman ojol justru merosot," tegas Zahril.<br><br>​Ia juga menambahkan bahwa kebijakan 8 persen tersebut belum berlaku menyeluruh, melainkan baru diterapkan pada layanan pengantaran penumpang dan belum menyentuh layanan pengantaran makanan. Selain isu tarif, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> mendorong aplikator agar tidak melakukan pemutusan hubungan mitra (PM) secara sepihak dan semena-mena.<hr /><br><br>​Tak hanya bersuara keras dalam advokasi, <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> berupaya membangun kemandirian ekonomi anggotanya melalui pelatihan UMKM dan pembentukan Koperasi Cakra. Koperasi simpan pinjam ini dirancang khusus untuk membebaskan mitra dari jerat finansial yang kerap menimpa pekerja informal. Hingga saat ini, sebanyak 259 anggota <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Kojira/" target="_blank">Kojira</a> telah resmi bergabung menjadi anggota koperasi.<br><br>​Melengkapi pernyataan Ketua Umum, Bendahara DPP Kojira, Hamidah, berpesan agar seluruh jajaran pengurus dan anggota tetap menjaga soliditas di tengah dinamika lapangan.<br><br>​"Jangan ada perselisihan di antara kita. Apapun warnanya, apapun aplikasinya, kita adalah satu keluarga besar. Tetap kompak, saling mendukung, dan saling menjaga di jalan," tutur Hamidah. (ferdy)]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_5803_Kojira-Lebarkan-Sayap-Himpun-1-100-Ojol-di-Sumut.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/kojira-lebarkan-sayap-himpun-1100-ojol-di-sumut/</link>
            <author><![CDATA[gustan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Disdik Tapsel Perkuat Pengawasan, Kadis: Sekolah Harus Aman bagi Anak</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:22:06 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Disdik Tapsel Perkuat Pengawasan, Kadis: Sekolah Harus Aman bagi Anak]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Disdik Tapsel) terus memperkuat pengawasan terhadap satuan pendidikan sekaligus meningkatkan pemahaman hukum bagi guru dan tenaga kependidikan.Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Disdik Tapsel) terus memperkuat pengawasan terhadap satuan pendidikan sekaligus meningkatkan pemahaman hukum bagi guru dan tenaga kependidikan.<br><br>Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap peserta didik.<br><br>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, mengatakan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan setelah muncul persoalan. Karena itu, pembinaan, sosialisasi, monitoring serta evaluasi ke sekolah-sekolah terus dilakukan.<br><br>&quot;Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru serta tenaga kependidikan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap peserta didik,&quot; ungkap Efrida Yanti Pakpahan, Sabtu (15/8/2026).<br><br>Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam memberikan perlindungan, keteladanan dan pendampingan sekaligus membangun hubungan positif dengan peserta didik.<br><br>Karena itu, setiap tindakan yang bersifat kekerasan, baik fisik, psikis maupun verbal, termasuk tindakan yang dapat merendahkan martabat atau mengganggu tumbuh kembang anak, harus dicegah dan ditangani sesuai ketentuan.<br><br>&quot;Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memahami batasan antara tindakan mendidik, pembinaan disiplin, dan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara humanis, mendidik, dan tetap menjunjung tinggi hak serta martabat setiap peserta didik,&quot; jelasnya.<br><br>Salah satu langkah yang sebelumnya dilakukan Disdik Tapsel adalah menggelar Sosialisasi Pengetahuan Hukum bagi Guru Sekolah Dasar dengan menghadirkan narasumber dari jajaran kepolisian. Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan perlindungan anak, batasan dalam mendisiplinkan peserta didik, pencegahan kekerasan dan perundungan serta perlindungan hukum bagi tenaga pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya.<br><br><b>Tanggapi Persoalan Garoga</b><br><br>Efrida juga menanggapi persoalan dugaan kekerasan terhadap siswa SD di Garoga, Kecamatan Batangtoru, yang kini telah mendapat perhatian masyarakat.<br><br>Menurutnya, Dinas Pendidikan tidak tinggal diam. Pihak sekolah telah dipanggil untuk dimintai keterangan dan dilakukan evaluasi.<br><br>Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan Mediasi, fasilitasi terhadap persoalan tersebut telah dilakukan pada 11 Agustus 2026 dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua serta unsur lainnya.<br><br>Selanjutnya, pada 14 Agustus 2026, Dinas Pendidikan kembali memanggil kepala sekolah dan guru yang bersangkutan sebagai tindak lanjut dari persoalan tersebut.<br><br>Dalam proses itu, guru bersangkutan mengakui bahwa cara yang digunakan dalam memberikan tindakan kepada siswa terkait hafalan Asmaul Husna tidak tepat. Dinas Pendidikan kemudian mengambil langkah pembinaan dan administratif, termasuk menonaktifkan sementara guru bersangkutan dari tugas mengajar mata pelajaran agama di sekolah tersebut sampai penyelesaian persoalan lebih lanjut.<br><br>Disdik Tapsel juga memfasilitasi kebutuhan pendidikan dan pendampingan terhadap siswa terdampak dengan tetap menjaga kepentingan terbaik bagi anak.<br><br>Namun, karena persoalan tersebut saat ini juga sudah ditangani Polres Tapanuli Selatan, Efrida menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.<br><br>&quot;Pihak sekolah sudah kita panggil. Sebelumnya kita juga sudah melakukan sosialisasi dan mengingatkan para guru. Karena kasusnya sudah ditangani Polres Tapanuli Selatan, tentu kita menghormati prosesnya,&quot; tegas Efrida.<br><br>Menurutnya, penanganan internal dari sisi pendidikan dan kepegawaian akan tetap berjalan sesuai kewenangan Disdik Tapsel tanpa mencampuri proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian.<br><br><b>Monitoring Sekolah Terus Dilakukan</b><br><br>Selain sosialisasi, Efrida mengatakan jajaran Disdik Tapsel dalam beberapa hari terakhir juga aktif turun langsung melakukan monitoring, evaluasi maupun menindaklanjuti laporan masyarakat di sejumlah sekolah.<br><br>Pada 11 Agustus 2026, Disdik melakukan evaluasi sekaligus merespons laporan masyarakat di SDN 100506 Tapus Nabolak, Kecamatan Aek Bilah.<br><br>Kemudian pada 12 Agustus 2026, monitoring dan evaluasi dilakukan di SDN 101412 Panabari, Kecamatan Tantom Angkola, serta menindaklanjuti aduan permasalahan di SMP Negeri 2 Tantom Angkola.<br><br>Pada hari yang sama, monitoring juga dilakukan di SDN 101117 Mondang Baringin, Kecamatan Sayur Matinggi, serta meninjau progres pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 1 Sayur Matinggi.<br><br>Pada 13 Agustus 2026, jajaran pendidikan turut menghadiri kegiatan penilaian desa binaan kategori UP2K PKK di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, serta menghadiri Turnamen Mini Soccer tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Marancar yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Marancar.<br><br>Sementara pada 15 Agustus 2026, monitoring dan evaluasi dilaksanakan di SD Negeri 100603 Sidadi II, Kecamatan Batang Angkola.<br><br>Disdik Tapsel juga melakukan pemeriksaan realisasi pembelanjaan Dana BOS Tahap I Tahun 2026 di SD Negeri 101110 Aek Badak, serta meninjau progres pekerjaan revitalisasi di SD Negeri 101118 Sayur Matinggi dan SMP Negeri 1 Angkola Muara Tais.<br><br>Efrida menegaskan, kegiatan turun langsung ke sekolah akan terus dilakukan, baik untuk mengevaluasi proses pembelajaran, penggunaan anggaran, pembangunan sarana pendidikan maupun merespons persoalan yang disampaikan masyarakat.<br><br>&quot;Yang kita inginkan proses pendidikan berjalan dengan baik. Anak-anak terlindungi, guru memahami hak dan kewajibannya, dan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar,&quot; pungkasnya.<br><br>Disdik Tapsel berharap pembinaan yang berkelanjutan serta kolaborasi dengan kepolisian dan berbagai pihak dapat semakin meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus mencegah terulangnya tindakan yang berpotensi melanggar hak peserta didik.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_3411_Disdik-Tapsel-Perkuat-Pengawasan--Kadis--Sekolah-Harus-Aman-bagi-Anak.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/disdik-tapsel-perkuat-pengawasan-kadis-sekolah-harus-aman-bagi-anak/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Konsorsium Angkutan Massal Mebidang Desak Pemerintah Terbuka</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:18:46 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Konsorsium Angkutan Massal Mebidang Desak Pemerintah Terbuka]]></title>
            <description><![CDATA[Konsorsium Angkutan Massal Mebidang mengingatkan kepada pemerintah khususnya Dinas Perhubungan Sumut dan Medan untuk lebih terbuka terkait penambahan Koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) yang dijadwalkan dalam waktu d]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -<a href="https://www.analisamedan.com/tag/Konsorsium-Angkutan-Massal/" target="_blank">Konsorsium Angkutan Massal</a> <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Mebidang/" target="_blank">Mebidang</a> mengingatkan kepada pemerintah khususnya <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Dinas-Perhubungan-Sumut/" target="_blank">Dinas Perhubungan Sumut</a> dan Medan untuk lebih terbuka terkait penambahan Koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini. Sebab dikhawatirkan akan menjadi mesin pembunuh mata pencaharian ratusan sopir konvensional eksisting.<br><br>Demikian disampaikan Konsorsium Angkutan Umum Mebidang, Frans Tumpu Simbolon SE pengusaha PT Batang Gadis Indah yang juga Ketua <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Organisasi-Pengangkutan-Darat/" target="_blank">Organisasi Pengangkutan Darat</a> (Organda) Deliserdang dan pengusaha PT Wampu Mini yang juga  Ketua Organda Medan, Sri Intan F. Sembiring, S.P., M.M dalam keterangan terpisah, Kamis (13/08/2026).<br><br>&quot;Sangat wajar dan beralasan kekhawatiran itu disampaikan mengingat mayoritas koridor BRT berdampingan dengan angkutan konvensional, sehingga mustahil akan terjadi persaingan sehat. Bahkan itu sama artinya akan mematikan secara perlahan pengusaha eksisting juga ribuan sopir dan keluarganya akibat kesulitan mendapatkan penumpang,&quot; ungkap Frans Simbolon.<hr /><br><br>Frans menilai pemerintah berkesan tertutup dalam penambahan operasional BRT yang sebelumnya telah beroperasi 5 koridor, lalu bertambah 5 koridor lagi di Kota Medan serta 2 koridor untuk Binjai dan Deliserdang, sehingga nantinya akan ada 12 koridor BRT yang operasionalnya menggunakan bus listrik itu.<br><br>Menurut Simbolon ketertutupan pemerintah itu khususnya mengenai siapa operator dari 7 koridor yang sampai saat ini belum ada kabar pastinya, sementara kami juga sudah bermohon untuk ikut dalam pengoperasian bus BRT itu. Juga bagaimana skema bus trayek pengumpan (feeder) sebagai angkutan pengumpan yang menghubungkan area perumahan ataupun jalan kecil menuju halte serta jalur utama BRT yang telah ditentukan.<br><br>Padahal ujarnya lagi, diketahui bahwa dalam operational BRT tersebut akan mengutamakan kolaborasi dan koordinasi lintas instansi antara Pemprov Sumut, Pemko Medan, dan Kementerian Perhubungan terkait pengelolaan rute serta integrasi angkutan eksisting.<br><br>&quot;Makanya kami yang bergabung dalam konsorsium menilai cukup banyak kejanggalan dalam persiapan operasional BRT <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Mebidang/" target="_blank">Mebidang</a> itu,&quot; ujarnya.<hr /><br><br>Dikatakannya, kejanggalan yang paling dirasakan adalah sampai sejauh ini pengusaha angkutan konvensional yang telah lebih 50 tahun melayani mobilitas masyarakat dengan baik tidak mendapatkan informasi terbuka mengenai rencana proyek angkutan massal dimaksud.<br><br>&quot;Kami nilai banyak kejanggalan sebab sekalipun trayek angkutan umum beririsan langsung dengan ke-12 koridor BRT, tapi tidak pernah diajak duduk bersama guna mencarikan jalan keluar terbaik agar nasib ribuan sopir bersama keluarganya tidak terancam seiring akan ditambahnya koridor baru BRT tersebut,&quot; ungkap Simbolon.<br><br>Selain itu, kata dia kejanggalan lain yang dirasakan pengusaha angkutan konvensional adalah tidak mendapatkan hak yang sama dengan perusahaan yang akan ditunjuk menjalankan BRT tersebut dengan mendapatkan skema pembayaran Buy The Service (BTS) yang menjadi skema subsidi transportasi publik, dimana pemerintah membeli layanan dari perusahaan otobus maupun operator angkutan umum. Dalam hal ini, ujarnya operator akan dibayar berdasarkan kilometer layanan sepanjang memenuhi standar pelayanan minimum angkutan umum yang aman, nyaman serta tepat waktu.<hr /><br><br>&quot;Sejatinya pengusaha angkutan umum konvensional  yang existing juga diberikan ruang  kesempatan yang sama sebagai operator angkutan BRT maupun feeder dengan sistem pembayaran Buy the service BTS untuk memberikan layanan transportasi terbaik di kota Medan maupun di wilayah Mebidang, kenapa bus BRT yang pendatang baru di layanan trayek kota Medan di bayar operasionalnya sementara kami yang sudah lama melayani masyarakat kota medan dan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Mebidang/" target="_blank">Mebidang</a> tidak di perdulikan kita juga mampu mengadakan bus dengan fasilitas yang sama dengan bus BRT bila di bayar operasionalnya, yang lebih janggalnya lagi ternyata Operator angkutan bus BRT itu di datangkan dari DKI Jakarta, kata Frans Simbolon menutup pembicaraan. (Suhayri)]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_3823_Konsorsium-Angkutan-Massal-Mebidang-Desak-Pemerintah-Terbuka.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/konsorsium-angkutan-massal-mebidang-desak-pemerintah-terbuka/</link>
            <author><![CDATA[gustan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:13:55 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan]]></title>
            <description><![CDATA[Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. Impun Siregar melantikPengurus Badan Kemakmuran Masjid(BKM) Al Badar/Al Badar Center Periode 20262031 Salam prosesi yang berlangsung khidmat, Kamis(13/8/2026).]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. Impun Siregar melantik<br>Pengurus Badan Kemakmuran Masjid(BKM) Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Salam prosesi yang berlangsung khidmat, Kamis(13/8/2026).<br><br>Adapun pengurus yang dilantik adalah Ketua Umum H. Ahmad Sofian Rangkuti, S.E, M.A.P, Sekretaris Umum, Mahadir Muhammad, S.Pd dan Bendahara Umum Dr. H. Muslim Marpaung, S.E. M.S, serta bidang organisasi dan manajemen. <br><br>Hadir Syariful Mahya Bandar selaku Ketua Nazir Masjid Al Badar/Al Badar Center.Solehuddin selaku Ketua Badan Wakaf Indonedia(BWI) Sumut, penyuluh Agama Medan Sunggal H.Fuji, KepalavKUA Medan Sunggal <br>Agus Salim serta Camat Sunggal dan undangan lainnya. <br><br>Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan menyampaikan apresiasi dengan pengukuhan pengurus BKM Masjid Al Badar/ Al Badar Center Medan yang berlokasi di Jalan Jend. Gatot Subroto/Jalan Binjai Km 6.7 Medan yang lokasinya sangat strategis.<hr /><br><br>Karena itu, pesan Impun pengurus BKM yang dikukuhkan hendaklah, <br>memelihara dan mengamankan sarana dan prasarana masjid. Menetapkan fungsi, peran dan kedudukan masjid kemashlahatan umat .<br><br>Impun Siregar juga mengingatkan untuk memprioritaskan kemakmurkan masjid serta berperan aktif dalam meningkatkan pembinaan umat.<br>Juga yang tidak kalah pentingnya adalah menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan sosial keagamaan seperti santunan fakir miskin dan anak yatım.<br><br>"Jalankan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Siregar.<hr /><br><br>Kakan Kemenag berharap kepada pengurus yang diangkat dan ditetapkan dapat bekerja sama dengan semua pihak dan mampu menerjemahkan serta mengakselerasi Kegiatan Wakaf Produktif yang diharapkan dapat menjadi rujukan nazhir nazhir masjid lainnya di Sumatera Utara. Surat Keputusan ini diberikan kepada Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan Nazhır Masjid Al Badar/ Al Badar Center Medan dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan didalam penetapannya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya, "ujarnya.<br><br>Sedangkan Ketua Umum BKM Al Badar/ Al Badar Center H. Ahmad Sofian Rangkuti, S.E, M.A.P, dalam keterangannya menyebutkan, pihaknya akan melanjutkan program pengurus yang lalu dan berupaya bergandengan tangan dengan pihak kenaziran, guna meningkatkan potensi masjid untuk kemaslahatan umat. (Suhayri]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_6807_Pengurus-BKM-Masjid-Al-Badar-Al-Badar-Center-Periode-2026-2031-Dikukuhkan.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/pengurus-bkm-masjid-al-badaral-badar-center-periode-20262031-dikukuhkan/</link>
            <author><![CDATA[gustan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Apartemen Mewah Jadi Titik Transaksi Pod Getar, Tiga Ditangkap</guid>
            <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 18:59:18 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Apartemen Mewah Jadi Titik Transaksi Pod Getar, Tiga Ditangkap]]></title>
            <description><![CDATA[Apartemen Mewah Jadi Titik Transaksi Pod Getar, Tiga Ditangkap]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Reserse Narkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> membongkar dugaan transaksi narkotika yang dikemas dalam rokok elektrik atau yang dikenal dengan istilah pod getar.</p><p>Tiga orang diamankan, masing-masing dua pria yang diduga sebagai pengedar dan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga berperan sebagai pemasok.</p><p>Transaksi narkotika tersebut diduga dilakukan di area parkir sebuah apartemen di Jalan Abdul Hakim, Medan.</p><p>Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Sabtu (15/8/2026) siang mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi pod getar yang kerap berlangsung di parkiran apartemen tersebut.</p><p>Menindaklanjuti informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga mengamankan dua pria berinisial SY (21) dan AG (24), warga Jalan Taruma, Kecamatan Medan Baru.</p><p>Keduanya ditangkap di area parkir apartemen pada Sabtu (8/8/2026) dini hari. Dari tangan keduanya, petugas menyita satu bungkus pod getar merek Batman.</p><p>&quot;Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku yang kami identifikasi sebagai pengedar diduga hendak mencari pembeli. Mereka juga diduga sudah tiga kali melakukan transaksi di parkiran apartemen yang sama,&quot; kata Rafli.</p><p>Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap asal barang tersebut. Hasilnya, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial MD (39), warga Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah. MD yang diduga berperan sebagai pemasok sekaligus bandar, diamankan petugas di rumahnya.</p><p>Namun, saat dilakukan penangkapan dan pemeriksaan di kediamannya, petugas tidak menemukan pod getar. Kepada penyidik, MD mengaku seluruh barang yang dimilikinya telah habis terjual.</p><p>Rafli mengatakan, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atas MD. &quot;Dalam kasus ini kami juga menangkap bandarnya. Kami masih terus mengembangkan kasus ini karena ternyata ada pelaku lagi yang berada di atas bandar ini. Kami akan berupaya mengungkap kasus ini secara komprehensif,&quot; tandasnya.</p><p>Ketiga orang tersebut kini menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satresnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> untuk mendalami peran masing-masing serta jaringan peredaran pod getar tersebut.<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_5009_Apartemen-Mewah-Jadi-Titik-Transaksi-Pod-Getar--Tiga-Ditangkap.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/apartemen-mewah-jadi-titik-transaksi-pod-getar-tiga-ditangkap/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Wanita Diciduk</guid>
            <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 22:30:37 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Wanita Diciduk]]></title>
            <description><![CDATA[Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Wanita Diciduk]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Resnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> mengungkap dugaan peredaran narkoba berbentuk vape yang dikenal dengan istilah &quot;Pod Getar&quot;.</p><p>Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang perempuan berinisial DW alias UW (31), warga Jalan Sei Batu Gingging, Kecamatan Medan Selayang.</p><p>DW diamankan saat diduga hendak melakukan transaksi narkoba di area parkir sebuah hotel di Kecamatan Medan Barat, Jumat (7/8/2026) malam.</p><p>Dari tangan tersangka, petugas menyita tiga pod yang masing-masing bermerek Labubu, Yakuza dan Batman. Barang tersebut diduga akan dijual dengan harga Rp2,1 juta per pod.</p><p>Kasatresnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengatakan penangkapan dilakukan setelah petugas menduga tersangka hendak melakukan transaksi.</p><p>&quot;Pelaku kami tangkap di parkiran sebuah hotel pada 7 Agustus 2026 malam. Saat itu, kami duga pelaku hendak bertransaksi,&quot; ujar Rafli, Jumat (14/8/2026).</p><p>Berdasarkan pemeriksaan awal, DW mengaku telah menjual pod tersebut selama sekitar dua bulan. Dalam menjalankan aksinya, tersangka disebut mengantarkan langsung barang kepada pembeli dengan memilih lokasi yang relatif sepi, seperti parkiran hotel maupun apartemen.</p><p>Selain mengantar sendiri, tersangka juga disebut pernah menggunakan jasa ojek online untuk mengirimkan barang kepada pembeli.</p><p>&quot;Pelaku mengaku sudah dua bulan terakhir menjual narkoba dengan kisaran sekali menjual satu sampai empat pcs Pod Getar. Jika dikalkulasikan, jumlahnya ditaksir mencapai puluhan Pod Getar yang sudah dijual,&quot; ungkap Rafli.</p><p>Dari setiap pod yang terjual, tersangka disebut memperoleh keuntungan sekitar Rp300 ribu. Uang hasil penjualan tersebut, menurut pemeriksaan polisi, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p><p>Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut dan memburu seseorang berinisial K yang diduga menjadi pemasok barang kepada tersangka.</p><p>&quot;Kami pastikan akan mengejar terus siapa pemasok barang haram ini, sehingga kami bisa mengungkap kasus ini secara komprehensif,&quot; tegas Rafli.</p><p>Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan jaringan dan pihak lain yang terlibat dalam peredaran narkoba tersebut.</p><p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_3872_Dua-Bulan-Edarkan-Pod-Getar--Wanita-Diciduk.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/dua-bulan-edarkan-pod-getar-wanita-diciduk/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Pererat Silaturahmi, Kokohkan Sinergi Media dan Kepolisian  Medan</guid>
            <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 22:09:58 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Pererat Silaturahmi, Kokohkan Sinergi Media dan Kepolisian  Medan]]></title>
            <description><![CDATA[Sepanjang acara berlangsung, nuansa keakraban terasa kental. Para peserta saling berbagi pengalaman bertugas, wawasan perkembangan informasi, serta membahas tantangan jurnalistik dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa hubungan pewarta]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, hari ini Jumat (14/8/2026).</p><p>Kegiatan rutin mingguan Jumat Barokah kembali digelar, menjadi wadah istimewa untuk mempererat ikatan persaudaraan antar anggota sekaligus memperkuat kerja sama dan kepercayaan antara awak media dan pihak kepolisian.<br> <br>Kegiatan ini dihadiri para <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wartawan/" target="_blank">wartawan</a> yang tergabung dalam organisasi Pewarta Polrestabes Medan. Acara dimulai dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran menjalankan tugas pengabdian, serta permohonan perlindungan dan kekuatan dalam bertugas. <br><br>Rangkaian dilanjutkan dengan diskusi santai namun berbobot, di mana para peserta saling bertukar pandangan mendalam mengenai tanggung jawab moral <a href="https://www.analisamedan.com/tag/wartawan/" target="_blank">wartawan</a> untuk menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan beretika. Juga dibahas peran strategis media sebagai mitra kepolisian dalam menciptakan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di seluruh wilayah Kota Medan.<br> <br>Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan konsisten seluruh anggota. Ia menegaskan bahwa hubungan harmonis dan saling percaya antara media dan kepolisian menjadi fondasi utama agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat, objektif, dan membawa manfaat luas.<br><br>"Jumat Barokah ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan wujud nyata kepedulian dan upaya menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin baik. Semoga kebersamaan ini makin erat, senantiasa membawa keberkahan bagi kita yang bertugas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas yang kita layani bersama," tegas Chairum Lubis.<br> <br>Sepanjang acara berlangsung, nuansa keakraban terasa kental. Para peserta saling berbagi pengalaman bertugas, wawasan perkembangan informasi, serta membahas tantangan jurnalistik dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa hubungan pewarta dan kepolisian di Medan terjalin harmonis, saling menghargai, dan bersatu dalam tujuan mulia melayani warga.<br> <br>Diharapkan ke depannya tradisi ini terus berlanjut dan meningkat kualitasnya, serta menjadi teladan bagi wilayah lain bagaimana sinergi media dan aparat penegak hukum dapat berjalan selaras, bahu-membahu memberikan pelayanan terbaik serta informasi yang dapat dipercaya bagi seluruh warga Kota Medan. <br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_8033_Pewarta-Polrestabes-Medan-Gelar-Jumat-Barokah--Pererat-Silaturahmi--Kokohkan-Sinergi-Media-dan-Kepolisian--Medan.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-medan/pewarta-polrestabes-medan-gelar-jumat-barokah-pererat-silaturahmi-kokohkan-sinergi-media-dan-kepolisian-medan/</link>
            <author><![CDATA[frans]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Unjuk Rasa, Tuntut Copot Kapolda hingga Evaluasi Kabinet</guid>
            <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 19:17:29 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Unjuk Rasa, Tuntut Copot Kapolda hingga Evaluasi Kabinet]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.comRatusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa Mimbar Rakyat REBUTKEMERDEKAANSEJATI di Medan, Sumatera Utara, sejak pukul 15.00 WIB. Massa aksi menyuarakan kritik terkait ting]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a>-</b>Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa "Mimbar Rakyat #REBUTKEMERDEKAANSEJATI" di Medan, Sumatera Utara, sejak pukul 15.00 WIB. Massa aksi menyuarakan kritik terkait tingginya angka kejahatan narkoba di Sumatera Utara, indikasi nepotisme birokrasi, hingga efektivitas program strategis pemerintah pusat.<br><br>Aksi gabungan elemen mahasiswa daerah ini menilai slogan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia belum mencerminkan kedaulatan ekonomi dan penegakan hukum yang adil di tingkat akar rumput.<br><br>"Kemerdekaan sejati bukan sekadar seremoni pengibaran bendera, melainkan jaminan atas kedaulatan ekonomi, penegakan hukum tanpa tebang pilih, serta jaminan kebebasan sipil tanpa bayang-bayang militerisme," ujar perwakilan pimpinan Aliansi Cipayung Plus Sumut saat membacakan orasi di lokasi aksi.<br><br>Salah satu poin krusial yang disuarakan massa aksi adalah desakan pencopotan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut). Aliansi menilai Polda Sumut gagal memutus mata rantai dan jaringan kartel narkoba hingga ke akarnya.<br><br>Mengutip data survei BNN RI bersama BRIN dan BPS, angka prevalensi pengguna narkoba di Sumatera Utara saat ini mencapai 1,5 juta jiwa dari total sekitar 15 juta penduduk (~10%), yang menempatkan provinsi ini di peringkat pertama secara nasional.<br><br>"Penegakan hukum selama ini terbukti mandul karena hanya menyasar kurir dan pedagang tingkat bawah, sementara gembong utama serta kartel besar masih bebas beroperasi," Ucap perwakilan aliansi <br><br>Atas kondisi tersebut, massa menuntut pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) Independen guna mengusut tuntas kartel narkoba di Sumatera Utara.<br><br>Selain persoalan daerah, massa aksi juga menyoroti kebijakan pemerintah di tingkat nasional. Aliansi memberikan catatan kritis atas gelombang reshuffle Kabinet Merah Putih agar tidak terjebak pada kompromi politik dan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).<br><br>Di sektor ekonomi, skema pembiayaan masif untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai memicu risiko konsentrasi kredit yang dapat membahayakan stabilitas sektor jasa keuangan.<br><br>"Pengalihan likuiditas pembiayaan secara terpusat berisiko mematikan sektor usaha mikro, pedagang kelontong pasar tradisional, dan pelaku usaha lokal," tegas perwakilan aliansi.<br><br>Massa juga menyerukan penolakan terhadap wacana pelibatan prajurit TNI aktif dalam ranah keamanan sipil harian maupun pengamanan aksi demonstrasi.<br><br>Sesuai dengan Pasal 30 UUD 1945 serta TAP MPR No. VI/MPR/2000 dan VII/MPR/2000, aliansi menegaskan peran TNI berfokus penuh pada fungsi pertahanan negara dari ancaman luar, sedangkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) berada di bawah wewenang Kepolisian RI.<br><br>Poin Utama Tuntutan Aliansi Cipayung Plus Sumut:<br><br>1. Audit transparan terhadap seluruh anggaran program MBG dan evaluasi total skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<br>2. Pembersihan birokrasi dari praktik nepotisme politik dan KKN.<br>3. Penghentian perluasan perwira TNI aktif pada jabatan sipil.<br>4. Pembentukan TPF Independen untuk mengusut kartel narkoba serta pencopotan Kapolda Sumut atas kegagalan pemberantasan narkoba secara tuntas.<br><br>Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh pimpinan pimpinan organisasi Aliansi Cipayung Plus Sumut, di antaranya Korwil GMKI Sumut Chrisye Sitorus, Komda PMKRI Sumut Sintong Sinaga, Ketum DPD IMM Sumut Rahmat Taufik Pardede, Ketua DPD GMNI Sumut Armando Kurniansyah Sitompul, Ketua PW KAMMI Sumut Irham Saddani Rambe, serta Ketua PW HIMMAH Sumut Imransyah Pasai.<br><br>Aksi ini kemudian dibubarkan menjelang malam hari setelah massa membacakan seluruh tuntutan dan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_1971_Ratusan-Mahasiswa-Cipayung-Plus-Sumut-Unjuk-Rasa--Tuntut-Copot-Kapolda-hingga-Evaluasi-Kabinet.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/nasional/ratusan-mahasiswa-cipayung-plus-sumut-unjuk-rasa-tuntut-copot-kapolda-hingga-evaluasi-kabinet/</link>
            <author><![CDATA[hadi]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menjelang 17 Agustus Pernak Penik Kemerdekaan Ramai Diburu Masyarakat</guid>
            <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:05:09 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menjelang 17 Agustus Pernak Penik Kemerdekaan Ramai Diburu Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Menyambut perayaan HUT kemerdekaan RI ke81 yang berlangsung 17 Agustus 2026 mendatang, masyarakat padati lokasi penjualan berburu pernakpernik bernuansa merah putih.Jaya Aliansyah, SHU pemilik Toko Acai Jaya yang berlokasi di Jala]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Menyambut perayaan HUT kemerdekaan RI ke-81 yang berlangsung <a href="https://www.analisamedan.com/tag/17-Agustus/" target="_blank">17 Agustus</a> 2026 mendatang, masyarakat padati lokasi penjualan berburu pernak-pernik bernuansa merah putih.</p><p>Jaya Aliansyah, SHU pemilik <a href="https://www.analisamedan.com/tag/Toko-Acai-Jaya/" target="_blank">Toko Acai Jaya</a> yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso Medan, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun kepada analisamedan.com Kamis 13 Agustus 2026 mengatakan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/pernak-pernik/" target="_blank">pernak pernik</a> yang paling banyak diburu adalah bendera dengan berbagai ukuran.</p><p>&quot;Di sini (Toko Acai Jaya) banyak menyediakan ratusan macam pernak-pernik kemerdekaan RI. Mereka (pembeli) tidak perlu datang ke berbagai toko untuk mendapatkan <a href="https://www.analisamedan.com/tag/pernak-pernik/" target="_blank">pernak pernik</a> kemerdekaan yang diinginkan, cukup datang ke sini, semua <a href="https://www.analisamedan.com/tag/pernak-pernik/" target="_blank">pernak pernik</a> yang diinginkan sudah disediakan,&quot; laki-laki yang akrab di panggil bang Acai.</p><p>Peningkatan masyarakat membeli <a href="https://www.analisamedan.com/tag/pernak-pernik/" target="_blank">pernak pernik</a> kemerdekaan mulai terjadi seminggu sebelum 17 Agustus.Para pengunjung yang datang bukan saja dari instansi pemerintah, swasta dan BUMN serta BUMD, melainkan sekolah dari SD sampai SMA yang mengadakan lomba hias sekolah.</p><p>Seperti yang diungkapkan Ibu Suci dirinya bersama beberapa rekannya berbelanja pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI untuk hiasan sekolah dan hadiah berbagai perlombaan. &quot;Di Toko Acai ini lengkap dan harganya terjangkau apalagi lokasinya dekat di jantung Kota,&quot; imbuhnya ceria.</p><p>Hal yang sama juga disebutkan Linda siswa SMA Swasta di Deliserdang mengaku sudah menjadi tradisi setiap tahun HUT Kemerdekaan RI berbelanja pernak-pernik di Toko Acai Jaya.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_7828_Menjelang-17-Agustus-Pernak-Penik-Kemerdekaan-Ramai-Diburu-Masyarakat.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/ekonomi/menjelang-17-agustus-pernak-penik-kemerdekaan-ramai-diburu-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[fahrin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Terbongkar, Rumah Pinggir Sungai Deli Jadi Sarang Sabu</guid>
            <pubDate>Thu, 13 Aug 2026 11:23:36 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Terbongkar, Rumah Pinggir Sungai Deli Jadi Sarang Sabu]]></title>
            <description><![CDATA[Terbongkar, Rumah Pinggir Sungai Deli Jadi Sarang Sabu]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah di kawasan padat penduduk yang berada di bantaran Sungai Deli, Jalan Badur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (12/8/2026) sore.</p><p>Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di rumah tersebut.<br>Petugas harus melewati gang sempit di kawasan bantaran Sungai Deli untuk mencapai lokasi yang menjadi sasaran penggerebekan.</p><p>Dalam operasi itu, polisi lebih dulu mengamankan dua pria berinisial KW (32) dan JE (37), warga setempat. Keduanya diduga memiliki narkotika jenis sabu.</p><p>Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengaku memperoleh narkotika dari seorang perempuan berinisial EH (50), yang kemudian turut diamankan petugas.</p><p>Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP mengatakan, EH diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika tersebut. Berdasarkan keterangan awal, EH mengaku baru sekitar satu bulan terlibat.</p><p>&quot;Awalnya kami menangkap dua pria dalam penggerebekan. Kemudian keduanya mengaku mendapat narkoba dari seorang ibu rumah tangga, yakni EH (50), yang kemudian kami tangkap,&quot; ujar Rafli kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).</p><p>Dari lokasi, petugas menyita tiga paket diduga sabu siap edar, sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika, beberapa alat hisap sabu, serta rokok elektrik.</p><p>Rafli menambahkan, rokok elektrik yang ditemukan di lokasi masih diperiksa untuk memastikan apakah mengandung narkotika atau tidak.</p><p>&quot;Kami menyita beberapa barang bukti narkoba. Kami juga menemukan rokok elektrik yang sedang kami teliti apakah rokok elektrik ini mengandung narkoba atau tidak,&quot; katanya.</p><p>Polisi selanjutnya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak yang diduga memasok narkotika kepada para pelaku.</p><p>Rafli juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.</p><p>&quot;Kasus ini masih akan kami kembangkan. Ayo masyarakat Kota Medan, kita lawan seluruh peredaran narkoba, kita putus rantainya, kita selamatkan generasi bangsa,&quot; pungkasnya.<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_5040_Terbongkar--Rumah-Pinggir-Sungai-Deli-Jadi-Sarang-Sabu.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/terbongkar-rumah-pinggir-sungai-deli-jadi-sarang-sabu/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patroli KRYD Rayon III Perketat Pengawasan Geng Motor dan Tawuran</guid>
            <pubDate>Thu, 13 Aug 2026 06:47:52 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patroli KRYD Rayon III Perketat Pengawasan Geng Motor dan Tawuran]]></title>
            <description><![CDATA[Patroli KRYD Rayon III Perketat Pengawasan Geng Motor dan Tawuran]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Jajaran Polrestabes Medan terus memperkuat langkah preventif untuk mencegah aksi geng motor, tawuran hingga kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.</p><p>Upaya tersebut dilakukan melalui Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Rayon III yang digelar pada Rabu (12/8/2026) malam. Kegiatan diawali dari Mako Polsek Medan Tuntungan sekitar pukul 21.30 WIB.</p><p>Sebelum personel turun ke lapangan, terlebih dahulu dilaksanakan apel yang dipimpin Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Adil Ginting, SH, MH.<br>Dalam arahannya, Kapolsek mengapresiasi kesiapan seluruh personel sekaligus memberikan sejumlah petunjuk teknis terkait pelaksanaan patroli di wilayah hukum masing-masing.</p><p>Ia menekankan agar personel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya kelompok yang berkumpul pada malam hari dan berpotensi terlibat tawuran maupun aksi kriminalitas.</p><p>&quot;Lakukan patroli di wilayah masing-masing. Apabila ditemukan sekelompok orang yang berkumpul, tanyakan maksud dan tujuannya secara humanis, lalu imbau untuk kembali ke rumah jika tidak ada kepentingan,&quot; ujar Iptu Adil.</p><p>Selain melakukan pencegahan, personel juga diminta memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas geng motor yang dapat meresahkan masyarakat.</p><p>&quot;Apabila ditemukan geng motor, segera tindak dan amankan. Jika ada kejadian menonjol, segera laporkan secara berjenjang dari Pawas hingga ke Kapolsek,&quot; tegasnya.</p><p>Usai apel, personel Patroli KRYD Rayon III langsung bergerak menyisir sejumlah wilayah hukum masing-masing. Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi tawuran, geng motor, kejahatan jalanan serta gangguan kamtibmas lainnya.</p><p>Kehadiran personel kepolisian di sejumlah titik rawan diharapkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.</p><p>Polrestabes Medan juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_9965_Patroli-KRYD-Rayon-III-Perketat-Pengawasan-Geng-Motor-dan-Tawuran.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/patroli-kryd-rayon-iii-perketat-pengawasan-geng-motor-dan-tawuran/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sembunyi di Semak, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi</guid>
            <pubDate>Thu, 13 Aug 2026 00:48:51 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sembunyi di Semak, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi]]></title>
            <description><![CDATA[Sembunyi di Semak, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> - Satuan Resnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> menangkap seorang pria berinisial BI (39), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Klambir V, Gang Pribadi, Kecamatan Medan Helvetia.</p><p>Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, menerangkan penangkapan tersebut dilakukan Tim 3 Subnit 2 Unit 1 Satresnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> pada Senin (10/8/2026) sore.</p><p>Menurut Rafli, penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan.</p><p>Saat petugas tiba di lokasi, BI diduga hendak melakukan transaksi narkotika. Mengetahui kedatangan polisi, pria tersebut berupaya melarikan diri dan bersembunyi di area semak belukar.</p><p>&quot;Pelaku sempat berupaya kabur dan bersembunyi di semak belukar. Namun, personel berhasil menemukan dan mengamankannya,&quot; ujar Rafli, Rabu (12/8/2026) sore.</p><p>Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah paket yang diduga berisi sabu siap edar. Petugas juga menyita timbangan elektrik, puluhan plastik pembungkus, serta sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.</p><p>Rafli mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, BI diduga telah menjalankan aktivitas sebagai pengedar selama sekitar satu bulan.<br>&quot;Kasus ini masih kami kembangkan. Kami sedang mengejar pemasok narkoba kepada pelaku,&quot; katanya.</p><p>Ia menegaskan, Satresnarkoba<a href="https://www.analisamedan.com/tag/-Polrestabes-Medan/" target="_blank"> Polrestabes Medan</a> terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.</p><p>&quot;Ini merupakan komitmen kami untuk tidak memberikan ruang sekecil apa pun bagi pelaku narkoba,&quot; pungkasnya.</p><p>BI beserta barang bukti selanjutnya diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.</p><p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_8737_Sembunyi-di-Semak--Pengedar-Sabu-Dibekuk-Polisi.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/hukum-kriminal/sembunyi-di-semak-pengedar-sabu-dibekuk-polisi/</link>
            <author><![CDATA[bardan]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Ekonomi Desa, AKSI Padangsidimpuan Dukung KDMP</guid>
            <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 13:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Ekonomi Desa, AKSI Padangsidimpuan Dukung KDMP]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Aksi) Kota Padangsidimpuan Abdullah Syukur Hasibuan yang  juga Kepala Desa Batang Bahal beharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) untuk segera bisa beroperasional dalam rangka]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Aksi) Kota Padangsidimpuan Abdullah Syukur Hasibuan yang  juga Kepala Desa Batang Bahal beharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) untuk segera bisa beroperasional dalam rangka penguatan ekonomi desa, Rabu (12/08/2026).<br><br>"Atas rampungnya bangunan Kopdes ini saya mewakili masyarakat Desa Batang Bahal berterima kasih kepada Bapak Dandim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Inf Dedi Harnoto dan jajaran atas perhatian dan dukungannya dalam rangka mempesiapkan wadah ekonomi kerakyatan ini" Kata Abdullah Kades Batang Bahal, Kota Padangsidimpuan.<br><br>Abdullah menjelaskan Bahwa Kopdes Merah Putih di Desa Batang Bahal, Kecamatan Batu Nadua secara fisik akan segera rampung dan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.<br><br>Sehingga Kopdes/Kel Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di desa.<br><br>"Kita berharap agar koperasi ini bisa beroperasi seratus persen. Sehinga aktivitasnya akan dapat membantu para petani dan pelaku UMKM di desa dalam rangka penguatan ekonomi desa melalui penyerapan hasil produksi masyarakat" Ucap Abdullah.<br><br>Sejalan dengan hal tersebut, Abdullah memaparkan fungsi Kopdes juga sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.<br><br>Serta Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi infrastruktur ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah. Penyaluran pupuk bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), gas elpiji, bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, hingga berbagai bantuan sektor lainnya diarahkan melalui sistem koperasi yang lebih terorganisasi.<br><br>"Jadi dengan terintegrasinya Kopdes maka akan lebih terorganisir kebutuhan warga maupun petani. Selain itu juga hasil komoditas pertanian dan UMKM bisa diserap oleh Koperasi Desa yang outputnya harga akan lebih terjamin. Harapannya Kopdes tidak hanya tempat belanja melainkan juga sebagai simpul distribusi berbagai program" Tegasnya.<br><br><br><b>DAMPAK KDMP TERHADAP PEMBANGUNAN DESA</b><br><br>Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian. Keberadaan KDMP di desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi sosial masyarakat desa secara berkelanjutan.<br><br><b>1. Dampak Ekonomi Langsung Bagi Warga</b><br><br>KDMP memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa, dan kemitraan usaha, warga mendapatkan: Akses permodalan yang lebih mudah, murah, dan aman dibandingkan lembaga keuangan informal. Kesempatan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.<br><br>Perputaran ekonomi desa yang lebih sehat karena trans<a href="https://www.analisamedan.com/tag/aksi/" target="_blank">aksi</a> dilakukan di dalam desa sendiri. Dengan demikian, ketergantungan warga terhadap rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dapat ditekan secara signifikan.<br><br><b>2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pengurangan Pengangguran</b><br><br>KDMP membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, baik sebagai: Pengurus dan pengelola koperasi, Tenaga administrasi dan akuntansi, Tenaga operasional unit usaha koperasi<br>Mitra usaha dan pemasok lokal Hal ini berdampak pada berkurangnya angka pengangguran desa dan meningkatnya pendapatan keluarga.<br><br><b>3. Peningkatan Kapasitas dan Literasi Keuangan Warga</b><br><br>Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan rapat anggota, KDMP berperan aktif dalam:<br>Meningkatkan pemahaman warga tentang pengelolaan keuangan Membiasakan budaya menabung dan berinvestasi, Mendorong transparansi dan akuntabilitas ekonomi<br>Warga tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang lebih cerdas dan mandiri.<br><br><b>4. Penguatan Solidaritas Sosial dan Gotong Royong</b><br><br>KDMP memperkuat ikatan sosial antarwarga desa karena: Kepemilikan koperasi bersifat kolektif (milik anggota), Keputusan strategis diambil melalui musyawarah anggota<br>Keuntungan usaha (SHU) dibagikan secara adil dan proporsional Hal ini menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan solidaritas sosial yang kuat.<br><br><b>5. Optimalisasi Potensi Lokal Desa</b><br><br>KDMP menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa seperti: Jasa konstruksi, logistik, dan perdagangan desa, Kerja sama dengan BUMDes, UMKM, dan pihak ketiga<br>Potensi desa yang sebelumnya tidak tergarap maksimal dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.<br><br><b>6. Kontribusi Terhadap Pembangunan Desa</b><br><br>Keuntungan dan aktivitas KDMP secara tidak langsung mendukung pembangunan desa melalui:<br>Peningkatan daya beli masyarakat. Penguatan ekonomi lokal, Dukungan terhadap program-program desa. Pengurangan kesenjangan ekonomi. KDMP menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera.<br><br><b>7. Ketahanan Ekonomi Desa Jangka Panjang</b><br><br>Dengan sistem usaha yang berbasis anggota dan potensi lokal, KDMP membantu desa memiliki: Ketahanan ekonomi terhadap krisis, Sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, Struktur ekonomi desa yang lebih stabil dan inklusif.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_6355_Perkuat-Ekonomi-Desa--AKSI-Padangsidimpuan-Dukung-KDMP.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/berita-sumut/perkuat-ekonomi-desa-aksi-padangsidimpuan-dukung-kdmp/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">AKSI Padangsidimpuan Dukung Penuh Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa</guid>
            <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 13:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[AKSI Padangsidimpuan Dukung Penuh Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa]]></title>
            <description><![CDATA[analisamedan.com Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Aksi) Kota Padangsidimpuan Abdullah Syukur Hasibuan yang  juga Kepala Desa Batang Bahal beharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) untuk segera bisa beroperasional dalam rangka]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.analisamedan.com">analisamedan.com</a></b> -Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Aksi) Kota Padangsidimpuan Abdullah Syukur Hasibuan yang  juga Kepala Desa Batang Bahal beharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) untuk segera bisa beroperasional dalam rangka penguatan ekonomi desa,Rabu (12/08/2026).<br><br>"Atas rampungnya bangunan Kopdes ini saya mewakili masyarakat Desa Batang Bahal berterima kasih kepada Bapak Dandim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Inf Dedi Harnoto dan jajaran atas perhatian dan dukungannya dalam rangka mempesiapkan wadah ekonomi kerakyatan ini" Kata Abdullah yang juga Ketua APDESI Kota Padangsidimpuan.<br><br>Abdullah menjelaskan Bahwa Kopdes Merah Putih di Desa Batang Bahal, Kecamatan Batu Nadua secara fisik akan segera rampung dan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.<br><br>Sehingga Kopdes/Kel Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di desa.<br><br>"Kita berharap agar koperasi ini bisa beroperasi seratus persen. Sehinga aktivitasnya akan dapat membantu para petani dan pelaku UMKM di desa dalam rangka penguatan ekonomi desa melalui penyerapan hasil produksi masyarakat" Ucap Abdullah.<br><br>Sejalan dengan hal tersebut, Kades Batang Bahal ini memaparkan fungsi Kopdes juga sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.<br><br>Serta Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi infrastruktur ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah. Penyaluran pupuk bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), gas elpiji, bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, hingga berbagai bantuan sektor lainnya diarahkan melalui sistem koperasi yang lebih terorganisasi.<br><br>"Jadi dengan terintegrasinya Kopdes maka akan lebih terorganisir kebutuhan warga maupun petani. Selain itu juga hasil komoditas pertanian dan UMKM bisa diserap oleh Koperasi Desa yang outputnya harga akan lebih terjamin. Harapannya Kopdes tidak hanya tempat belanja melainkan juga sebagai simpul distribusi berbagai program" Tegasnya.<br><br><br><b>DAMPAK KDMP TERHADAP PEMBANGUNAN DESA</b><br><br>Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian. Keberadaan KDMP di desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi sosial masyarakat desa secara berkelanjutan.<br><br><b>1. Dampak Ekonomi Langsung Bagi Warga</b><br><br>KDMP memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa, dan kemitraan usaha, warga mendapatkan:<br>Akses permodalan yang lebih mudah, murah, dan aman dibandingkan lembaga keuangan informal.<br>Kesempatan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.<br><br>Perputaran ekonomi desa yang lebih sehat karena transaksi dilakukan di dalam desa sendiri.<br>Dengan demikian, ketergantungan warga terhadap rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dapat ditekan secara signifikan.<br><br><b>2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pengurangan Pengangguran</b><br><br>KDMP membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, baik sebagai: Pengurus dan pengelola koperasi, Tenaga administrasi dan akuntansi, Tenaga operasional unit usaha koperasi<br>Mitra usaha dan pemasok lokal Hal ini berdampak pada berkurangnya angka pengangguran desa dan meningkatnya pendapatan keluarga.<br><br><b>3. Peningkatan Kapasitas dan Literasi Keuangan Warga</b><br><br>Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan rapat anggota, KDMP berperan aktif dalam: Meningkatkan pemahaman warga tentang pengelolaan keuangan Membiasakan budaya menabung dan berinvestasi, Mendorong transparansi dan akuntabilitas ekonomi<br>Warga tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang lebih cerdas dan mandiri.<br><br><b>4. Penguatan Solidaritas Sosial dan Gotong Royong</b><br><br>KDMP memperkuat ikatan sosial antarwarga desa karena: Kepemilikan koperasi bersifat kolektif (milik anggota), Keputusan strategis diambil melalui musyawarah anggota<br>Keuntungan usaha (SHU) dibagikan secara adil dan proporsional Hal ini menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan solidaritas sosial yang kuat.<br><br><b>5. Optimalisasi Potensi Lokal Desa</b><br><br>KDMP menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa seperti: Jasa konstruksi, logistik, dan perdagangan desa, Kerja sama dengan BUMDes, UMKM, dan pihak ketiga Potensi desa yang sebelumnya tidak tergarap maksimal dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.<br><br><b>6. Kontribusi Terhadap Pembangunan Desa</b><br><br>Keuntungan dan aktivitas KDMP secara tidak langsung mendukung pembangunan desa melalui: Peningkatan daya beli masyarakat. Penguatan ekonomi lokal, Dukungan terhadap program-program desa. Pengurangan kesenjangan ekonomi. KDMP menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera.<br><br><b>7. Ketahanan Ekonomi Desa Jangka Panjang</b><br><br>Dengan sistem usaha yang berbasis anggota dan potensi lokal, KDMP membantu desa memiliki:<br>Ketahanan ekonomi terhadap krisis, Sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, Struktur ekonomi desa yang lebih stabil dan inklusif.]]></content>
            <enclosure url="https://www.analisamedan.com/uploads/2026/08/_411_AKSI-Padangsidimpuan-Dukung-Penuh-Kopdes-Merah-Putih-Perkuat-Ekonomi-Desa.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.analisamedan.com/nasional/aksi-padangsidimpuan-dukung-penuh-kopdes-merah-putih-perkuat-ekonomi-desa/</link>
            <author><![CDATA[amir]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>