Memakmurkan Masjid

  • Whatsapp
Heri Firmansyah M.A
Heri Firmansyah, M.A

Oleh : Heri firmansyah, M.A.

analisamedan.com- Masjid sangat penting sekali bagi umat Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan mampu berperan sebagai tempat pembinaan bagi generasi muda dan masyarakat untuk ke arah yang lebih baik.

Baca Juga:

Membangun peradaban yang baik, hendaknya tidak melepaskan diri dari peran sentral masjid, karena itulah Rasulullah saw di saat pertama sekali sampai ke kota Madinah adalah membangun masjid. Masjid haruslah dimakmurkan dengan berbagai macam kegiatan, seperti Ta’lim Alquran, pengajian dan wirid, musyawarah dan pelaksanaan salat berjamaah lima waktu. Bahkan menurut hadis Rasulullah saw, Ummi Maktum yang buta saja dianjurkan untuk shalat berjamaah di masjid selama dia dapat mendengar azan. Bayangkan yang buta saja diharapkan pergi ke masjid apalagi diri kita yang sehat dan sempurna anggota tubuhnya.

Rasulullah Saw juga menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang senantiasa melaksanakan salat berjamaah di masjid. meskipun jumhur ulama menyatakan hukum shalat berjamaah di masjid adalah Sunnah muakkadah, namun bukan berarti kegiatan ini dapat disepelekan. Generasi dan keberkahan akan didapatkan jika masjid dimakmurkan dengan sholat berjama’ah. Banyak sekali hadis-hadis dari Rasulullah tentang keistimewaan shalat berjamaah.

Keistimewaan Salat Berjamaah

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan tentang beberapa keistimewaan salat berjamaah, di antaranya adalah: Pertama, Allah akan menghilangkan kesusahan dalam urusan mengahadapi kehidupan. Kedua, Allah akan mengangkat siksa kubur darinya. Ketiga, Allah akan memberikan catatan amal menggunakan tangan kanan. Keempat, Ia akan melewati shirat al-Mustaqim seperti halilintar. Kelima, Ia akan masuk surga tanpa dihisab terlebih dahulu. Keistimewaan ini akan diberikan oleh Allah Swt jika kita ikhlas dalam melakukannya dan mengetahui ilmu tentang sholat baik syarat, rukun dan lain seabagainya. Jadi ganjaran pahala dan kesempurnaan shalat itu tergantung dari keikhlasan, ilmu dan kekhusyuaan di dalam melaksanakannya.

Salah satu tanda berimannya seseorang kepada Allah Swt adalah dengan memakmurkan masjid. Hal ini seperti yang tercantum dalam Alquran surah At-Taubah ayat 18: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Rasulullah Saw dan para sahabat menggunakan masjid sebagai titik sentral kegiatannya, baik untuk beribadah, bermusyawarah, mengadakan pengadilan, merencanakan strategi perang dan lain sebagainya. Rasululah Saw juga, mengungkapkan keistimewaan bagi orang-orang yang senantiasa berada di masjid, terutama keutamaan yang besar bagi seorang yang duduk di masjid untuk menunggu salat, berdasarkan sabdanya, “Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam salat selama salat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat salatnya, Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan tidak ber-hadats.

Masjid Memiliki Beberapa Fungsi

Yang harus dipahami oleh umat Islam bahwa masjid memiliki beberapa fungsinya yang sangat signifikan bagi kemajuan peradaban dan pembinaan mental spiritual umat Islam, karena itu masjid harus dimakmurkan dan diberdayakan. Di antara fungsi-fungsi masjid yang harus diberdayakan adalah fungsi masjid sebagai tempat ibadah yaitu fungsi antara manusia dengan Rabb-nya (Tuhannya) dan fungsi pembinaan sosial kemasyarakatan (muamalah) yang berfungsi untuk pembinaan antara satu manusia dengan manusia lainnya. Berkaitan dengan fungsi ibadah, maka masjid haruslah menyediakan fasilitas dan sarana agar setiap umat Islam nyaman untuk sujud dan beribadah di dalamnya. Baik salat berjamaah maupun shalat sendirian. Menyediakan fasilitas untuk azan dan khutbah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan salat jumat.

Dalam fungsi pembinaan sosial kemasyarakatannya, masjid diharapkan mendirikan pendidikan non formal seperti pengajian Alquran, madrasah takmiliyah dan majlis ta‘lim. Dalam fungsi ini juga diharapkan masjid mampu untuk memberikan motivasi dan menggerakkan sosial ekonomi para jamaahnya agar dapat hidup lebih makmur dan sejahtera dengan berbagai kegiatan produksi dan ekonomi yang mampu dihasilkan dan diusahakan. Penggerakan dan pemberian motivasi terhadap pendidikan dan sosial ekonomi terhadap umat Islam adalah fungsi penting bagi masjid dalam bidang muamalah, agar para jamaahnya terhindar dan terbebas dari kebodohan, kemiskinan dan lilitan hutang.

Fokus Pada Pemakmuran

Para pengurus masjid hendaknya memfokuskan diri dalam pemakmuran masjid, bukan hanya pada pembangunan masjid, namun minim kegiatan. Karena perintah Allah swt di dalam Alquran jelas bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan hari kiamat adalah memiliki tanda bahwa mereka senantiasa memakmurkan masjid, hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surah at-Taubah ayat 18: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah”.

Aplikasi praktiknya adalah jangan bangga dengan masjid yang cantik, tapi banggalah dengan kemakmuran masjidnya yang setiap waktu dan masa dihidupi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Jangan bangga dengan jumlah saldo infak masjid, tapi banggalah dengan banyaknya dana infak yang diberdayakan untuk menghidupkan ekonomi umat para jama‘ah yang membutuhkan. Semoga masjid-masjid di sekita kita adalah masjid yang makmur dan kita sendiri adalah bagian pemakmurnya. Aamiin.

Penuis: Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SU Medan dan Pengurus MUI Kota Medan Komisi Hukum dan Perundang-Undangan

Pos terkait